Dinas Pertanian Lampura Yakin Produksi Padi tak Terganggu Musim Kemarau

Kepala Dinas Pertanian Lampung Utara, Tommy Suciadi
Kepala Dinas Pertanian Lampung Utara, Tommy Suciadi
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Meskipun telah masuk musim kemarau, namun produksi padi di Lampung Utara kemungkinan besar tidak akan terganggu. Sebab, pasokan air untuk tiga wilayah yang termasuk produsen padi di sana dipastikan aman.

“Tiga wilayah itu adalah Kecamatan Tanjungraja, Abung Timur, dan Abungsurakarta,” terang Kepala Dinas Pertanian Lampung Utara, Tommy Suciadi, Senin (14/8/2023).

Masa tanam padi untuk ketiga kecamatan itu dimulai dari Juli-September. Ketiga kecamatan itu merupakan wilayah yang dialiri oleh irigasi teknis dan sungai besar. Dengan demikian, pasokan air di sana dipastikan tetap aman.

“Karena di sana pasokan air relatif aman maka musim tanamnya dilaksanakan di bulan-bulan tersebut agar pasokan pangan tetap terjaga,” terangnya.

Ia mengatakan, total luas lahan pertanian di ketiga kecamatan itu sekitar 2.000-an hektar. Untuk Kecamatan Tanjungraja, total luas lahannya berjumlah 200-an hektare, sedangkan Kecamatan Abung Timur memiliki 149 hektare. Adapun Kecamatan Abungsurakarta, jumlah lahannya mencapai 920-an hektare.

“Untuk kecamatan lainnya, musim tanamnya dilakukan di bulan Juni lalu. Total luas lahannya mencapai 4.500-an hektare,” tutur dia.

Tommy mengatakan, meskipun relatif aman dari persoalan air, namun pihaknya mengimbau para petani untuk tetap mewaspadai potensi hama saat musim kemarau. Meski begitu, ia memperkirakan potensi ancaman hama itu tak akan begitu mengganggu karena musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan September mendatang.

“Mudah-mudahan, para petani dapat melewatinya karena cuaca saat ini belum begitu ekstrim,” harapnya.