Dinas Perumahan Lampura akan Dorong Pengembang Sediakan Permakaman Warga Perumahan

Erwin Syaputra
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, Cipta Karya, dan Penataan Ruang (Disperkimciptaru) Lampung Utara akan mendorong pengembang perumahan untuk segera melengkapi prasarana dan sarana umum termasuk sarana permakaman.

“Nanti, kami tekankan untuk itu,” tegas Kepala Disperkimciptaru Lampung Utara, Erwim Syaputra, Selasa (9/7/2024).

Menurut Erwin, penyediaan prasarana dan sarana umum termasuk sarana permakaman bagi warga perumahan merupakan hal yang cukup penting. Pihak pengembang bisa saja bekerja sama dengan tempat pemakaman umum yang ada. Lokasinya tak mesti berada di lingkungan perumahan.

“Bisa juga mereka beli lahan untuk dijadikan sarana permakaman,” kata dia.

Adapun mengenai prasarana, dan sarana lainnya seperti rumah ibadah, tempat olahraga, taman atau ruang terbuka hijau yang masih belum dilengkapi oleh pengembang, Erwin menuturkan, semestinya hal tersebut telah dilengkapi. Pihaknya akan kembali memeriksa kelengkapan prasarana dan sarana di perumahan-perumahan yang ada.

“Mungkin pada minggu ini akan kami berikan surat teguran kepada pengembang,” terangnya.

Sebelumnya pada April 2024, sejumlah warga perumahan di perumahan Matrix Empire yang beralamat di Jalan KS Tubun, Kotaalam, Kotabumi dengan pemilik Matrix Empire, Rendi sempat bersitegang. Ketegangan itu dikarenakan warga menuntut pihak pengembang untuk segera melengkapi prasarana dan sarana umum yang dijanjikan.

Tuntutan mereka di antaranya pembangunan tempat ibadah, jalan, dan taman, tempat olahraga, listrik untuk segera dilengkapi. Sebab, sejak menempati perumahan, apa yang dijanjikan masih sebatas janji.

Kala itu, Rendi mengatakan bahwa penyediaan fasilitas umum memang merupakan kewajiban mereka. Ia berjanji akan memenuhi tuntutan tersebut sebelum akhir tahun ini

Terkait sarana pemakaman umum, Rendi mengatakan bahwa memang instansi terkait tidak menyinggung soal kewajiban menyediakan sarana permakaman saat mereka pertama kali mengurus izin perumahan. Kebijakan ini diakuinya berbeda dengan kabupaten lain. Di daerah lain, saat pertama kali mengurus izin, pengembang telah diwajibkan untuk menyediakan sarana permakaman.

“(Di daerah lain) Lurah memanggil pengembang perumahan agar sumbangan untuk membeli lahan yang akan dijadikan tempat permakaman. Tapi, di Lampung Utara belum ada undangan, arahan, atau sosialisasi seperti itu,” kata dia.

Saat ditanya apakah mau menyediakan sarana permakaman bagi warga perumahan jika nantinya pemkab memberlakukan ‘kewajiban’ tersebut, Rendi terlihat enggan melakukannya. Ia berdalih, semestinya hal itu diberlakukan sejak awal.

“Harusnya pada saat izin awal. Karena kami kan sudah selesai izinnya,” kelitnya.