Dinilai Janggal, PGK Desak Aparat Selidiki Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Lampura

Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Lampung Utara
Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Lampung Utara
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi–Perkumpulan Gerakan K‎ebangsaan Lampung Utara mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan kejanggalan dalam program pembinaan industri kecil dan menengah tahun 2020. Program ini sendiri dijalankan oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian‎ Lampung Utara.

“Meskipun masih sebatas dugaan, namun hendaknya kejanggalan seperti ini jangan dibiarkan berlarut – larut,” tegas Ketua PGK Lampung Utara, Exsadi, Rabu (2/2/2022).

Menurut Exsadi, aparat penegak hukum layak untuk mendalami dugaan kejanggalan dalam program pembinaan industri kecil dan menengah dalam memperkuat jaringan klaster industri tersebut. Sebab, uang yang dikeluarkan untuk kegiatan itu berasal dari rakyat.

“Satu sen pun uang yang dikeluarkan itu harus jelas pertanggungjawabannya karena itu uang rakyat,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, pendalaman terhadap persoalan ini juga diharapkan dapat mengurai apa yang sebenarnya terjadi di balik kejanggalan tersebut. Dengan demikian, publik akan mendapat penjelasan yang benar – benar memuaskan karena ke luar dari pihak yang berwenang seputar persoalan tersebut.

“Dengan langkah ini, isu yang berkembang tidak akan semakin liar di masa mendatang,” kata dia.

Sebelumnya, program pembinaan industri kecil dan menengah dalam memperkuat jaringan klaster industri ‎di Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian‎ Lampung Utara tahun 2020 diduga bermasalah. Sebab, sejumlah item pada kegiatan tersebut terindikasi tidak sesuai dengan kenyataan.

Dari sejumlah it‎em kegiatan itu, item belanja sewa gedung/kantor/tempat, dan belanja dekorasilah yang terlihat agak janggal. Alasannya, nilai kedua item tersebut mencapai puluhan juta, sementara diduga kuat kedua item itu tidak benar – benar dilaksanakan.

Indikasi kejanggalan itu kian menguat saat Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian‎ Lampung Utara, Dina Prawitarini menjelaskan program pembinaan UMKM tahun 2020 silam. Saat itu, Dina mengatakan bahwa tempat yang digunakan untuk melakukan pembinaan atau pelatihan terhadap UMKM di tahun tersebut adalah milik salah satu warga. Mereka sama sekali tidak mengeluarkan biaya untuk belanja sewa gedung/kantor/tempat untuk pelatihan di tahun tersebut.

“Pembinaan ada, sosialisasi, dan pelatihan juga ada. Seingat saya ada dua kali pelatihan,” jelas Dina.

Pelatihan untuk para pelaku UMKM ‎di tahun tersebut di lakukan di Kecamatan Abung Semuli, dan Kelurahan Kelapatujuh. Di Kecamatan Abung Semuli, kegiatan itu meminjam satu unit ruko milik warga setempat. Di Kelurahan Kelapatujuh, pelatihannya dilakukan di kediaman salah satu pelaku UMKM.

“Enggak di gedung sih, tapi dia di ruko-lah. ‎Pinjem rukonya warga. Kita kasih uang kebersihanlah untuk mengumpulkan kawan – kawan di sana,” kata dia.