Dinyatakan tidak Bersalah dalam Perkara Korupsi, Mantan Pejabat DPUPR Lampura Divonis Bebas

Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby Handana | Teraslampung.com

Bandarlampung–Pengadilan Negeri Tanjungkarang Kelas I A, Bandarlampung memvonis bebas‎ mantan Kepala Seksi Pengelolaan Air Minum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara ‎(Yasril) dan Abdul Azim (kontraktor), Rabu (8/6/2022). Keduanya dinilai tidak terbukti bersalah dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Jalan Kalibalangan-Cabangempat, Abung Selatan tahun 2019 silam.

“Menyatakan terdakwa Yasril dan Abdul Azim tidak terbukti ‎secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan primer maupun subsider. Membebaskan Yasir dan Abdul Azim,” kata Hakim Ketua, Efiyanto saat membacakan putusan.

‎Di samping itu, PN Tanjungkarang Kelas I A juga memerintahkan untuk segera membebaskan kedua terdakwa dari tahanan, dan juga memulihkan nama para terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya. PN juga memerintahkan untuk mengembalikan barang bukti yang dipergunakan dalam perkara ini.

“Membebaskan kedua terdakwa dari tahanan, dan juga memulihkan nama kedua terdakwa,” terangnya.

Kuasa hukum Yasril dan Abdul Azim yang tergabung dalam LBH Menang Jagad, Karjuli me‎ngaku, apa yang diputuskan oleh PN ini sesuai dengan keyakinan mereka selama ini. Sebab, sejak awal, mereka meyakini bahwa klien mereka tidak bersalah dalam perkara tersebut.

Keyakinan mereka kian diperkuat dengan kemenangan praperadilan yang diajukan oleh klien mereka. Kala itu, penetapan tersangka klien mereka dinilai oleh pihak pengadilan tidak sah. Sayangnya, karena ada aturan baru, perkara pokok harus tetap disidangkan.

“Alhamdulillah, putusan perkara pokok linier atau berbanding lurus dengan putusan praperadilan,” tutur dia.

Karjuli mengatakan, keputusan PN itu didasari oleh tidak dapat dibuktikannya unsur kerugian negara yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum. ‎Selain itu, unsur menguntungkan diri sendiri, dan atau orang lain secara melawan hukum, dan unsur merugikan negara juga tidak terbukti.

Terpisah, oleh Wiliam Mamora yang juga termasuk pengacara Yasril dan Abdul Azizm, pihaknya sedang memroses pembebasan klien mereka dari rumah tahanan. Diharapkan paling lambat besok klien mereka telah kembali ke rumahnya masing – masing.

“Putusan PN hari ini sejalan dengan putusan ‎praperadilan yang sebelumnya kami tangani melalui Wiliam Mamora and partners,” jelasnya.

Sebelumnya, Yasril yang juga berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen/PPK bersama Abdul Azim ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Lampung Utara‎ dalam kasus dugaan penyimpangan pada proyek pekerjaan peningkatan jalan Kalibalangan – Cabangempat, Abung Selatan, Selasa malam (21/12/2021)‎. ‎Menyusul penetapan status tersebut, keduanya pun langsung dijebloskan ke Rutan kelas IIB Kotabumi.

‎Dalam proyek tahun 2019 senilai Rp3,9 miliar‎ itu ditemukan dugaan penyimpangan ‎sekitar Rp794 juta. Dugaan penyimpangan itu berupa kekurangan volume di antaranya dalam pekerjaan galian, lapisan pondasi atau pengerasan pondasi.