Beranda News Anakidah Dipecat Lurah Durianpayung Bandarlampung, Ini Penjelasan Ketua RT 09

Dipecat Lurah Durianpayung Bandarlampung, Ini Penjelasan Ketua RT 09

6089
BERBAGI
Foto Eko J. Saputra (kiri, berjaket) dan Tulus Purnomo yang diunggah Eko di akun Facebook pada Jumat, 7 Agustus 2020.

TERASLAMPUNG.COM — Selain video penolakan camat dan lurah terhadap relawan Partai Golkar untuk membagikan bantuan kepada warga, dalam dua hari terakhir juga beredar berita heboh tentang pemecatan Ketua RT 09 LK 1,Kelurahan Durianpayung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota  Bandarlampung oleh lurah.

Eko Jaya Saputra atau biasa disebut Mas Eko, diberhentikan dari jabatannya oleh Lurah Durianpayung, Rosminah, karena ia  mendukung salah satu bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung.

Sebelum surat pemecatan diterimanya, ahli terapi dan pemilik media lokal itu memang menunjukkan foto dirinya bersama Tulus Purnomo di beranda akun Facebook miliknya. Tulus adalah politikus PDIP yang digandeng politikus Demokrat dan Wakil Walikota Bandarlampung Yusuf Kohar untuk maju pada Pilwakot Bandarlampung.

Dalam unggahan foto bersama Tulus Purnomo di Facebook pada Jumat, 7 Agustus 2020, Eko menulis: “Bismillah. Dengan hati TULUS membela yang TULUS. #jumatbarokah
#bandarlampungmakmur #yutuber.”

Eko mengaku tidak mempermasalahkan pemecatan dirinya. Namun, menurutnya pemecatan itu patut disayangkan dan lucu.

Surat Lurah Durianpayung, Bandarlampung, tentang pemecatan Eko J. Saputra sebagai ketua RT.
Surat Lurah Durianpayung, Bandarlampung, tentang pemecatan Eko J. Saputra sebagai ketua RT.

Berikut ini penjelasan Eko J. Saputra terkait pemecatannya sebagai Ketua RT:

HARI Ini saya banyak dikonfirmasi teman wartawan. Terkait pemberhentian saya sebagai Ketua RT. Sebenarnya saya tak ingin memperpanjang masalah ini. Namun surat pemberhentian tersebut beredar luas di dunia maya.

Masalahnya, tak semua informasi yang beredar itu benar. Melalui tulisan ini izinkan saya menuliskan kronologis hingga terbitnya surat pemberhentian tersebut.

Sejak Tulus Purnomo digandeng Yusuf Kohar menjadi bakal calon wakil walikota, saya memutuskan untuk mendukung pasangan ini. Saya tergabung sebagai Yutuber (Yusuf Tulus Bersama Kita).

Bukan tanpa alasan saya mendukung Tulus Purnomo. Bukan karena uang. Melainkan panggilan hati. Sebab secara emosional saya memiliki kedekatan cukup baik. Lebih dari saudara. Beliau sosok sangat bersahaja. Peduli, sederhana, dan religius.

Ketika beliau mengajak bergabung saya langsung mengamini. Saya memiliki keyakinan, ketika beliau diberi amanah warga Bandarlampung. Kota ini akan lebih baik. Harapan ini yang mendorong saya bergabung dengan yutuber. Bukan karena uang.

Yutuber mendapat tugas sosialisasi pasangan Yusuf-Tulus, Senin (3/8/2020). Hari pertama sosialisasi saya mengumpulkan warga RT 09 Lingkungan I. Lokasinya di kediaman Ibu saya. Kebetulan tempat tinggal ibu persis di samping rumah saya. Sosialisasi ini dihadiri langsung Tulus Purnomo.

Siang harinya saya menghadap Lurah Durianpayung Rosminah. Saya ceritakan apa adanya. Bahkan resiko yang bakal saya terima ketika memberi dukungan kepada Tulus Purnomo.

Rosminah mengatakan bahwa pihaknya tak melarang saya melakukan sosialisasi. Dengan catatan tidak menyertakan stiker dan atribut kandidat. Bahkan pernyataan ini disampaikan satu hari kemudian. Bahkan saat itu ada dua rekan RT yang menyaksikan pernyataan tersebut.

Berbekal pernyataan ini, saya melakukan sosialisasi di sejumlah titik di kelurahan Durianpayung. Namun, Jumat (6/8/2020) saya mendapat kiriman surat pemberhentian sebagai Ketua RT. Surat itu diantar Ketua Lingkungan I Fachri.

Menurut saya pemberhentian itu sangat janggal. Sebab RT dipilih masyarakat. Sementara surat pengangkatannya ditandatangani walikota.

Setahu saya lurah tak berhak memberhentikan RT. Meski demikian saya tak ada niat menggugat keputusan ini. Biar masyarakat saja yang menilai.

Loading...