Beranda Hukum Diperkuat 20 Polwan, Polresta Bandarlampung Bentuk Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Diperkuat 20 Polwan, Polresta Bandarlampung Bentuk Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak

279
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung Kombes Hari Nugroho dan Kasat Rekrim Kompol Dery Agung Wibowo bersama para anggpta Tim Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak atau Sexual Crim Team (SCT XX)

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDARLAMPUNG –Merespons maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Hari Nugroho menginisiasi dengan membentuk adanya Tim Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak atau Sexual Crime Team (SCT XX) di Kota Bandarlampung.

Tim kekerasan seksual terhadap anak yang dibentuk tersebut  merupakan pertamakali dibentuk di jajaran Polda Lampung. Tim SCT XX  berjumlah 20 orang wanita polisi (Polwan)  dari masing-masing Polsekta jajaran Kota Bandarlampung.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho mengatakan, dengan adanya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, polisi harus bertindak cepat. Karena kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak seperti gunung es, meski permukaan kecil tapi sebenarnya besar.

“Faktor-faktor seperti inilah yang memang sering menjadi kendala, rasa ketakutan anak melapor kepada orang tuanya, rasa malu orang tua melaporkan ke polisi, sehingga kasus kejahatan anak tidak semuanya muncul, akibatnya yang tampak hanya sedikit,”kata Hari kepada wartawan, Kamis (19/5/2016) pagi.

Menurutnya, jumlah reel kasus seperti apa yang terjadi di lapangan, sehingga kepolisian harus bertindak proaktif.

“Untuk itu Polresta Bandarlampung, membentuk tim antikekerasan seksual terhadap anak. Diharapkan  tim yang dibentuk ini, mampu mengungkap kasus-kasus yang tidak muncul karena adanya faktor ketakutan atau rasa malu” katanya,

Selain itu juga, kata Hari, sebagai upaya untuk melakukan pencegahan terjadinya kasus kekersan sesksual terhadap anak. Diketahui bersama, bahwa di daerah lain terjadi kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak. Bahkan, sampai korbannya dibunuh.

“Tim ini diharapkan bisa mengantisipasi sejak dini supaya tidak terjadi kasus kekerasan seksual terhadap anak seperti diwilayah lain terjadi juga diwilayah hukum Polresta Bandarlampung,” katanya.

Hari mengutarakan, strategi kerja dari tim ini sendiri, yakni melakukan pencegahan dan mensosialisasikan sejak dini di setiap kelurahan. Tim ini juga, nantinya akan turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan atau pendidikan seks usia dini.

“Tapi yang terutama atau yang paling pokok adalah, pihak orangtua harus memberikan pengarahan terhadap keluarganya,”ujarnya.

Hari menambahkan, pihaknya bekerjasama dengan instansi-instansi terkait dan lembaga-lembaga yang menangani atau memperhatikan tentang kekerasan seksual terhadap anak. Kemudian, bekerjasama dengan tokoh agama agar bisa disampaikan pendidikan seks dan kekerasan terhadap anak ditempat-tempat ibadah dan di forum lainnya.

Menurutnya, ada empat hal yang perlu diketahui oleh masyarakat umum, tentang bagian tubuh anak yang tidak boleh disentuh meskipun itu dilakukan oleh orang tuanya sendiri (ayah).

“Selain penceggahan, pastinya juga melakukan penindakan. Karena itu yang menjadi prioritas kami, tapi intinya adalah pencegahannya, agar tidak menjadi berkembang kejahatan yang meluas,”terangnya.