Beranda Views Suara Publik Dipersulit Saat Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Bandarlampung

Dipersulit Saat Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Bandarlampung

3256
BERBAGI
Ilustrasi

Kepada Yth. Direktorat Jenderal Imigrasi

Pada hari Selasa, tanggal 17 Juli 2018 istri saya, bernama Ovie May Filam membuat permohonan paspor pergantian 48 Halaman ke paspor 24 Halaman di Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung yang beralamatkan di Jl. Hj. Haniah No.3 Cut Mutia RT/RW.021/01 Kel. Gulak Galik Kec. Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Lampung 35214.

Seluruh berkas sudah dilengkapi, baik ktp, kk, akte lahir, buku nikah dan paspor lama. Adapun kelengkapan berkas juga dilengkapi kembali dengan tiket pulang pergi Jakarta-Singapura dan Kuala Lumpur – Jakarta, beserta hotel yang akan kami tempati dinegara-negara tersebut. Dalam proses pemeriksaan, istri saya selalu dipertanyakan kenapa meminta paspor 24 halaman, yang notabene petugas-petugas imigrasi masih beranggapan, paspor tersebut digunakan untuk menjadi TKI di luar negeri.

Padahal sudah jelas edaran tentang perbedaan paspor 24 dan 48 halaman memiliki derajat yang sama, dan perbedaan hanya terletak pada PNBP saja. Bahkan hal ini sudah diketahui sejak tahun 2010, sesuai Surat Edaran Nomor: IMI.2-GR.04.02-1.568 tertanggal 09 November 2010 yang ditandatangani oleh Bapak Djoni Muhammad, Direktur Dokumen Perjalanan, Visa dan Fasilitas Keimigrasian a/n Direktur Jenderal Imigrasi.

Sudah 8 tahun edaran tersebut diketahui publik, namun mengapa petugas imigrasi masih perlu mempertanyakan kepentingan seseorang menggunakan paspor 24 halaman, padahal istri saya sudah melampirkan bukti-bukti yang sangat lengkap. Apakah petugas imigrasi sendiri kurang memahami aturan-aturan tersebut.

Pada prosesnya istri saya selalu dipertanyakan oleh petugas imigasi Kanim Kelas I Bandar Lampung terkait permohonan paspor 24 halaman. Hingga akhirnya istri saya dihadapkan kepada salah satu pejabat imigrasi, yang kalau tidak salah bernama TEBE NURMUHAMAD.

Alhasil istri saya menangis dan menelpon saya bahwa saya telah mempermalukan dirinya terkait meminta paspor 24 halaman dan akhirnya mengurus kembali  menjadi paspor pergantian 48 halaman di KANTOR IMIGRASI KELAS I BANDAR LAMPUNG. Bahkan istri saya bilang, bahwa saya selaku suami tidak tahu aturan tersebut.

Apakah sesulit ini mengurus paspor? Apakah petugas imigrasi tidak mengetahui aturan – aturan yang sudah dibuat? Apakah mereka pikir imigrasi diluar negeri akan memberikan diskriminasi terkait paspor 24 halaman yang secara terang benderang sudah digaungkan 8 tahun yang lalu bahwa derajatnya sama? Tentu picik sekali pikiran tersebut.

Disamping itu, apakah sebegitu hinanya pemohon paspor 24 halaman dimata mereka sehingga perlu diinterogasi secara mendalam, padahal persyaratan sudah sangat lengkap, baik tiket pp dan hotel yang akan ditempati. MOHON DITINDAK PEJABAT ATAS NAMA TEBE NURMUHAMAD TERSEBUT. Sangat memalukan jika seorang pejabat imigrasi tidak mengetahui aturan aturan seperti ini. Bahkan sangat disayangkan kalau mereka sendiri masih memiliki perasaan takut untuk memberikan paspor 24 Halaman, dengan alih alih takut dipersulit dinegara tujuan.

 Sampai detik ini, istri saya merasa sangat DIPERMALUKAN oleh petugas di KANTOR IMIGRASI KELAS I BANDAR LAMPUNG. Mohon tindak lanjut masalah ini tanpa ada diskriminasi manapun. Terima Kasih.

 

Lampung, 17 JULI 2018

TTD

RENDY FIRNANDA (SUAMI atas nama OVIE MAY FILAM)