Diprotes Warga Rejosari Lampung Utara, Pembangunan Menara Telekomunikasi Ternyata Belum Kantongi Izin

Warga Desa Rejosari, Lampung Utara, menunjukkan lokasi pembangunan menara telekomunikasi, Rabu (24/11/2021).
Warga Desa Rejosari, Lampung Utara, menunjukkan lokasi pembangunan menara telekomunikasi, Rabu (24/11/2021).
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Sat‎u Pintu Lampung Utara membenarkan belum pernah mengeluarkan izin untuk pembangunan menara telekomunikasi di RT 004/LK 001 Rejosari, Kotabumi. Pembangunan menara telekomunikasi itu sendiri diketahui mendapat penolakan warga sekitar karena dianggap berpotensi mengancam keselamatan mereka.

BACA: Warga Rejosari Lampung Utara Tolak Pembangunan Menara Telekomunikasi

“Sampai saat ini, kami belum mengeluarkan izin untuk pembangunan menara telekomunikasi di sana,” jelas Kepala DPMPTSP Lampung Utara, Sri Mulyana, Selasa (30/11/2021).

Kendati demikian, ia mengakui, telah mengetahui adanya rencana pembangunan menara tersebut di sana. Informasi itu didapatnya melalui berkas permohonan pengurusan izin yang disampaikan oleh pihak pengembang pembangunan menara tele‎komunikasi.

“Berkas permohonan izin memang sudah masuk, tapi izinnya mulai dikeluarkan,” terangnya.

Saat ditanya mengenai sikap instansi dengan adanya penolakan warga terkait pembangunan menara tersebut, Sri Mulyana mengatakan, akan memanggil pihak pengembang‎ terlebih dulu. Tujuannya, untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik penolakan itu.

“Kami juga menerima surat dari warga yang isinya agak keberatan dengan rencana pembangunan menara di lokasi tersebut,” kata dia.

‎Sebelumnya, lantaran diduga belum mengantongi izin, proses pembersihan lahan untuk pembangunan menara telekomunikasi di RT 004/LK 001, Rejosari, Lampung Utara dihentikan warga, Rabu (24/11/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pantauan di lokasi, satu unit alat berat sempat beroperasi di sana. Tak lama kemudian, para pekerja membawa alat berat meninggalkan lokasi pendirian menara telekomunikasi itu. Di lokasi, terlihat lubang dengan kedalaman sekitar 3-4 meter yang akan digunakan sebagai lokasi tapak menara.

“‎Rencana pembangunan menara telekomunikasi di lingkungan kami ini belum ada izin makanya kami hentikan,” kata Ketua LPM Rejosari, Robil,Rabu (24/11/2021).

Menurut Robil, ‎apa yang mereka lakukan ini sudah kedua kalinya. Penyetopan pertama dilakukan warga pada pertengahan bulan Oktober lalu. Warga terpaksa melakukan hal itu karena kebanyakan tak setuju dengan rencana pembangunan tersebut. Penolakan itu kebanyakan berasal dari warga yang kediamannya tak jauh dari lokasi pembangunan menara itu.

“Selain itu, surat penolakan warga atas rencana pembangunan menara ini sudah kami sampaikan ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu‎,” tuturnya.

Ia mengatakan, penolakan mereka ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran mereka terhadap dampak yang akan ditimbulkan seiring dengan berdirinya menara telekomunikasi. Keberadaan menara itu dinilai mereka akan mengancam keselamatan warga sekitar.

“Intinya, kami khawatir dengan keselamatan kami jika menara telekomunikasi itu didirikan di sini,” kata dia.‎