Beranda Hukum Kriminal Akan Direhabilitasi, Anggota DPRD Bandarlampung Pencuri Obat Berpeluang Dibebaskan

Akan Direhabilitasi, Anggota DPRD Bandarlampung Pencuri Obat Berpeluang Dibebaskan

72
BERBAGI
Nizar Romas (NR) menutupi wajahnya dengan koran saat dibawa petugas Polresta Bandarlampung.

Kasus Pencurian Obat dan Alat Suntik di RSUAM Tersangka Nizar Romas, Berakhir Anti Klimaks

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Anggota DPRD Bandarlampung, Nizar Romas legislator partai Nasional Demokrat (NasDem) yang ditetapkan tersangka kasus pencurian obat-obatan dan alat suntik di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), tidak lagi mendekam di jeruji besi rumah tahanan Mapolresta Bandarlampung.

Penyidik memutuskan mengabulkan permohonan keluarga Nizar Romas untuk merehabilitasi anggota DPRD Bandarlampung itu Selain mengisyaratkan untuk rehabilitasi Nizar Romas, polisi juga memberikan sinyal akan menghentikan kasus pencurian Nizar Romas.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, pihaknya sudah menerima beberapa surat rekomendasi dari salah satu lembaga rehabilitasi di Cisarua, Bogor. Menurutnya, surat rekomendasi tersebut, mengenai riwayat Nizar pernah melakukan rehabilitasi dari salah satu lembaga tempat selama ini melakukan rehabilitasi.

BACA: Diduga Mencuri di RSUAM, Anggota DPRD Bandarlampung Ditangkap Polisi

“Surat itu merekomendasikan Nizar harus menjalani rehabilitasi, Nizar adalah korban dari penyalahgunaan narkoba,”kata Dery kepada wartawan, Minggu (7/8/2016).

Dikatakannya, penyidik juga, sudah menerima surat yang menyatakan Nizar Romas pernah menjalani rehabilitasi di lembaga atau institusi tersebut.

Namun saat disinggung mengenai nama lembaga rehabilitasi tersebut, Dery enggan menyebutkannya dan mengatakan, bahwa pihaknya sudah memanggil perwakilan dari lembaga tersebut untuk membahas tentang rehabilitasi Nizar Romas.

“Sekarang ini untuk kasus Nizar, kami kedepankan untuk merehabilitasi tersangka,”ungkapnya.

Sementara untuk mengenai terkait dengan perkara pencuriannya, kuasa hukum Nizar sudah mengajukan surat perdamaian dan pencabutan perkara. Pihaknya masih mempelajarinya, dan berkodinasi mengenai hal tersebut.

SIMAK: Kapolresta Bandarlampung Benarkan Oknum Anggota DPRD Curi Alat Suntik dan Obat di RSUAM

“Dari pihak RSUAM sendiri, sudah ada perdamaian dan pencabutan perkara dalam kasus tersebut. Penyidik sudah menerima surat perdamaian antara Nizar dengan pihak RSUAM,”ujarnya.

Dengan adanya surat tersebut, kata Dery. Penyidik sedang membahas untuk kelanjutan penyidikan kasus tersebut. Menurutnya, penyelesaian kasus pencurian yang dilakukan Nizar, bisa saja di luar pengadilan.

Saat disinggung bahwa kasus Nizar Romas akan berahir dengan klimaks, Dery mengatakan, belum mengetahui secara pasti. Karena tidak ada perbedaan dengan kasus yang lain, kalau berdasarkan pidana kita tetap mengedepankan kerugian.

BACA: Pastikan Ada-Tidaknya Pengaruh Narkoba, Anggota DPRD Nizar Romas akan Dites Urine

“Perkara yang kerugiannya dibawah Rp 2,5 juta, sebaiknya diselesaikan diluar pengadilan. Jika masuk ke pengadilan, biaya perakaranya lebih besar daripada jumlah kerugiannya,”terangnya.

Dikatakannya, berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) nomor 2 tahun 2012 tentang penyesuaian batasan tindak pidana ringan dan jumlah dalam KUHP. Pada peraturan tersebut menjelaskan, penyelesaian perkara pencurian yang kerugiannya di bawah Rp 2,5 juta dengan menunjuk hakim tunggal melakukan pemeriksaan, mengadili dan memutus dengan acara pemeriksaan cepat dan ketua pengadilan tidak menetapkan penahanan atau perpanjangan penahanan.

BACA: Selain Curi Obat dan Alat Suntik di RSUAM, Anggota DPRD Bandarlampung Terbukti Gunakan Narkoba

“Pada kasus pencurian yang menjerat Nizar Romas, kerugiannya hanya mencapai Rp 226 ribu,”jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Nizar Romas anggota DPRD Bandarlampung, ditangkap petugas Sat Pol PP dan aparat keamanan (Satpam) Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) karena kepergok mencuri obat-obatan dan alat suntik.

Pihak RSUAM, menyerahkan Nizar dan barang bukti hasil curian dan senjata api airsoftgun ke Polsekta Kedaton. Selanjutnya, kasus Nizar Romas ditangani Polresta Bandarlampung.