Beranda Pendidikan Direktur Kesenian: Kemendikbud Buka Akses Sekolah Dapat Bantuan Alat Seni

Direktur Kesenian: Kemendikbud Buka Akses Sekolah Dapat Bantuan Alat Seni

190
BERBAGI
Direktur Kesenian dan Kebudauyaan Dr Restu Gunawan dalam seminar nasional tentanh kebudayaan dan kebinekaan di yang digelar Penala Budaya di IBI Darmajaya, Sabtu (29/4/2017). Foto: Indra Firsada

TERASLAMPUNG.COM — Direktur Kesenian dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Restu Gunawan mengatakan pihaknya membuka akses yang luas kepada pihak sekolah untuk mendapatkan bantuan alat kesenian tradisional.

“Hal itu terutama bagi sekolah-sekolah yang selama ini peduli terhadap seni tradisi dan sudah ada kegiatan keseian tradisional di sekolahnya,” kata Restu dalam seminar nasinal kesenian dan kebinekaan di Aula Kampus IBI Darmanajaya, Bandarlampung, Sabtu sore (29/4/2017).

Menurut Restu, semua proposal yang masuk dari sekolah akan diverifikasi sehingga penerima adalah sekolah yang tepat.

“Di Lampung sudah ada beberapa sekolah yang pernah mendapatkan bantuan alat kesenian. Mereka mendapatkan bantuan setelah lolos verifikasi. Tapi bentuknya alat seni tradisional lho ya, bukan alat kesenian modern seperti drum atau gitar,” katanya.

Selain proposal bantuan alat kesenian untuk sekolah, kata Restu, komunitas-komunitas seni budaya lokal juga bisa mengakses program bantuan.

“Semua syaratnya sudah ada di website Kemendikbud. Tinggal dicari yang terkait dengan fasilitasi komunitas seni tradisi. Yang diprioritaskan tentu saja sekolah yang memang sangat perlu tetapi tidak memiliki dana untuk pengadaan alat seni tradisional,” katanya.

Pada 2017 Direktorat Kesenian Kemendikbud memberikan bantuan kepada 220 sekolah berupa alat kesenian senilai Rp90 juta per.  Bantuan berupa sarana alat kesenian tradisional dan kesenian modern itu diharapkan dapat menyemaikan cita rasa seni siswa dan pendidikan karakter.

“Dengan bantuan aalt  alat kesenian untuk sekolah dapat membentuk anak yang cerdas, percaya diri dan memiliki cita rasa artistik tinggi, dan karakter positif anak Indonesia,”kata Restu.

Menurut Restu bantuan hanya bisa diberikan kepada 220 sekolah atau 10% dari total pengajuan yang masuk sejumlah 1.750 proposal karena dana memang terbatas.

“Sebab itu, kami berharap pihak Pemda juga memiliki kepedulian yang sama dengan kami,” katanya.