Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Direktur PT GOS: Ada Oknum yang Sengaja Merusak Mesin Parkir Elektronik RSU...

Direktur PT GOS: Ada Oknum yang Sengaja Merusak Mesin Parkir Elektronik RSU Ryacudu

549
BERBAGI
Direktur PT. GOS, Mario

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi — Pihak PT Guardian Oto Solusi (GOS) mengklaim ada beberapa oknum di lapangan yang menyebabkan mesin parkir elektronik  di Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara sering rusak. Kerusakan itulah yang dalam beberapa hari terakhir menui protes dan berujung ancaman pemutusan kontrak.

‎”Kami punya bukti kalau mesin parkir itu terindikasi sengaja dibuat error oleh oknum di lapangan,” kata Direktur PT GOS, Mario sembari menunjukkan sejumlah foto – foto yang dijadikan barang bukti saat ditemui di depan Mapolres Lampung Utara, Jumat (28/4/2017).

‎Berbagai indikasi kecurangan yang mereka temukan, kata Mario, merupakan hasil kesimpulan teknisi mereka setelah memeriksa kondisi mesin parkir yang kerap dikeluhkan warga. Dugaan kecurangan inilah yang menjadi alasan pihaknya mendatangi Mapolres. Mereka ingin berkonsultasi terlebih dulu dengan pihak Polres sebelum melaporkan persoalan ini secara resmi.

Sementara mengenai persoalan tarif parkir yang terindikasi bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2011, Mario yang didampingi Humas PT. GOS sempat berkelit bahwa tarif yang mereka berakukan telah sesuai dan tak berpedoman pada ‎aturan tersebut. Sebab, parkir yang mereka kelola merupakan termasuk objek wajib pajak parkir dan bukan termasuk retribusi parkir.

“Parkir RSUR yang kini diserahkan kepada kami itu termasuk pajak parkir. Jadi, aturannya tetap mengacu pada Perda (Nomor 9 Tahun 2011 Tentang Pajak Parkir) yang mewajibkan perusahaan menyetor sebesar 25 persen dari total penghasilan tiap bulannya,” sergahnya.

Saat dipaparkan meski parkir RSUR kini telah berubah statusnya dari retribusi menjadi pajak parkir‎, namun besaran tarifnya sedianya tetap mengacu pada Perda Nomor 8/2011 Tentang Retribusi Parkir, Mario mengaku akan mempelajarinya dulu persoalan ini.

“Kami akan pelajari dulu aturannya,” kata dia.

‎Sebelumnya, Wakil Bupati Sri Widodo sempat mengultimatum PT. GOS segera memperbaiki mesin parkir mereka yang kerap rusak jika tidak diputus kontraknya. Ancaman ini dlontarkan Wabup usai melihat langsung kerusakan mesin parkir di RSUR.

Selain dikeluhkan rusaknya mesin parkir, tarif parkir PT. GOS juga terindikasi tak sesuai dengan besaran tarif parkir yang diatur dalam Perda Nomor 8/2011. Jika tetap diteruskan maka hal itu sama saja dengan melegalkan pungutan liar.

Loading...