Beranda Hukum Korupsi Direktur RS Bob Bazar dan Panitia Lelang Divonis 1,2 Tahun...

Direktur RS Bob Bazar dan Panitia Lelang Divonis 1,2 Tahun Penjara

83
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Negeri Kelas I A Tanjungkarang, Kamis (16/3/2017) memvonis mantan Direktur RSUD Bob Bazar Armen Patria, mantan ketua panitia lelang Joni Gunawan, dan perantara Robinson masing-masing hukuman penjara 1 tahun dua bulan dan denda Rp 50 juta subsidair empat bulan penjara.

“Para terdakwa terbukti melakukan korupsi sebagai mana dalam dakwaan altrnatif dua, sehingga majelis menjatuh vonis hukuman selama 1,2 Tahun, beserta denda 50 juta, subsider 4 bulan penjara,” kata Hakim Ketua Mansur, didamping dua hakim anggota Bahrudin Naim dan Gustina Aryani.

Dengan vonis itu, selain hukuman penjara, majelis hakim juga mewajibkan para terdakwa membayar denda Rp50 juta subside empat bulan penjat, dan pengembalian uang korupsi, sesuai dengan peran terdakwa.

Majelis hakim mengatakan ketiga terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dalam pasal 5 ayat 2 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH.

Selain denda pidana, ketiga terdakwa harus membayar uang pengganti. Terdakwa Joni telah menitipkan uang Rp150 juta. Besaran tersebut sama dengan tuntutan penuntut umum, yang menuntut Joni membayar uang pengganti Rp150 juta.

Sementara Armen dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp800 juta. Terdakwa Armen sudah menitipkan uang sebesar Rp300 juta ke penuntut umum, sisa uang yang pengganti yang harus dibayar sebesar Rp500 juta.

Jika Armen tidak mampu membayar kekurangan setelah satu bulan putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi kekurangan tersebut. Jika harta benda tidak mencukupi uang pengganti, diganti dipidana penjara selama 10 bulan.

Sementara Robinson, harus membayar uang pengganti sebesar Rp1,547 miliar. Terdakwa Robinson sudah menitipkan uang sebesar Rp100 juta, Robinson masih harus menutupi kekurangan uang pengganti sebesar Rp1,447 miliar.

Vonis hakim tersebut lebih ringan enam bulan, dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut para terdakwa dengan hukuman satu tahun delapan bulan kurungan penjara, dengan pidana denda masing-masing Rp 50 juta subsider empat bulan kurungan. Atas putusan tersebut JPU menyatakan pikir pikir

Kasus tersebut terungkap, bahwa terdakwa Armen dan Joni menerima empat lembar cek senilai Rp2,4 miliar dari pihak rekanan PT. Hutama Sejahtera Radofa, yaitu saksi Subadra Tholib dan Sutarman. Pemberian cek itu karena kedua terdakwa memenangkan PT Hutama sebagai perusahaan, yang mengerjakan proyek alat kesehatan tahun anggaran 2015.

TL/HLS