Diresmikan Setahun Lalu, Menara Masjid Al Furqon tak Kunjung Beroperasi Jadi Tempat Wisata

Masjid Agung Al Furqon di Jl Pangeran Diponegoro Bandarlampung. Foto: Dandy Ibrahim/Teraslampung.com
Masjid Agung Al Furqon di Jl Pangeran Diponegoro Bandarlampung. Foto: Dandy Ibrahim/Teraslampung.com
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM —  Ketua DPRD Kota Bandarlampung, Wiyadi, menyoroti belum berfungsinya Menara Masjid Agung Al-Furqon yang direncanakan untuk tempat tujuan  wisata. Padahal, bangunan yang diresmikan sejak Juni 2022 itu pembanguannya menelan biaya cukup besar (Rp22 miliar).

Menurut Wiyadi, sebelumnya sudah ada masukan dari Komisi III untuk ditindaklanjuti agar ikon wisata religi itu bisa berjalan/beroperasi.

“Sebenarnya itu adalah ikon dari walikota periode yang lalu (Herman HN) itu adalah wisata religi ke Al-Furqon bisa melihat Kota Bandarlampung dari atas (menara),” katanya usai menyaksikan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2023 di DPRD Kota Bandarlampung, Rabu 16 Agustus 2023.

“Itu adalah kebijakan walikota terdahulu kepada DPRD. Nah, itu kita belum dapat laporan kenapa itu belum berjalan hingga saat ini,” tambahnya..

Berdasarkan penelusuran teraslampung.com,  tugas pengoperasian menara Masjid Agung Al-Furqon sudah diserahkan Pemkot ke pengurus masjid tersebut. Namun hingga kini menara yang dibangun di era mantan walikota Herman HN belum pernah beroperasi.

“Kita ingin tahu  kenapa itu belum beroperasi,” kata Wiyadi.

Menara Masjid Agung Al-Furqon setinggi 114 meter diresmikan oleh Walikota Eva Dwiana pada 18 Juni 2022 menelan biaya sebesar Rp20 miliar.

Menara setinggi 114 meter dilengkapi lift bagi pengunjung yang ingin melihat keindahan Kota Bandarlampung dari menara itu.

Sebelumnya, teraslampung.com pernah meminta keterangan dari mantan Walikota Herman HN selaku pencetus pembangunan menara itu. Menara yang diharapkan menjadi destinasi wisata religi itu operasionalnya diserahkan ke pengurus masjid tersebut.

“Listrik saya sudah bilang waktu serah terima dibayar oleh Pemkot. Tinggal orangnya yang mengelola, mungkin ada pendapatan dari situ mereka kelola sendirilah,” jelasnya beberapa waktu yang lalu.

“Pemeliharan masalah kebersihan itu tanggung jawab pengurus tapi masalah pemeliharaan lift-nya tanggung jawab Pemkot Bandarlampung,” tambahnya.

Dandy Ibrahim