Beranda Hukum Narkoba Diringkus BNNP Lampung, Ini Alasan Dwi Cilok Jadi Kurir Sabu-Sabu

Diringkus BNNP Lampung, Ini Alasan Dwi Cilok Jadi Kurir Sabu-Sabu

216
BERBAGI
Kurir narkoba, Adeliyanto alias DA alias Dwi Cilok (kiri), warga Joglo, Jakarta Barat yang ditangkap petugas BNNP Lampung dengan barang bukti yang disita 2 kilogram sabu-sabu.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Berdalih memiliki utang sebesar Rp 5 juta, Dwi Adeliyanto (DA) alias Dwi Cilok, warga Joglo, Jakarta Barat nekat menjadi kurir 2 kilogram sabu-sabu yang dibawanya dari seorang bandar di Jakarta untuk dikirimkan ke Lampung dengan upah Rp 10 juta menggunakan PO Bus “Laju Prima”.

Dwi Cilok merupakan salah satu pelaku dari tujuh pelaku pengedar narkoba yang ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, dalam pengungkapan penyeludupan narkotika yang dilakukan selama dua pekan terakhir ini.

Para pelaku lain yang ditangkap itu adalah, Fikriansyah alias F, Hairul alias HS, Adinda alias ADU, Hendri alias HS dan RH, kelima pelaku merupakan warga Bandarlampung dan Adina alias AR, warga Bogor , Jawa Barat. Dari tangan para pelaku tersebut, BNNP Lampung menyita barang bukti sabu sebanyak 3,2 kilogram.

Namun belum sempat menikmati upah dari hasil kejahatannya, Dwi Cilok lebih dulu ditangkap dan dihadiahi timah panas di kaki oleh petugas BNNP Lampung saat membawa 2 Kg sabu, pada Kamis 11 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 02.00 WIB di sekitar Flyover Way Halim Bandarlampung bersama pelaku berinisial RH, warga Bandarlampung yang tewas ditembus peluru panas saat penangkapan.

“Saya punya utang Rp 5 juta sama temen saya di Jakarta dan dia juga yang menyuruh saya untuk membawa sabu 2 Kg itu ke Bandarlampung dengan dijanjikan upah sebesar Rp 10 juta. Saya mau menerima tawaran itu, ya agar utang saya lunas dan saya juga dapat lebihan Rp 5 juta,”ucap Dwi Cilok sembari meringis kesakitan karena luka tembak dikakinya saat di Kantor BNNP Lampung, Senin 15 Oktober 2018.

Dikatakannya, ia membawa paket 2 kilogram sabu dengan menumpang bus tujuan Kalideres-Palembang, Sumatera Selatan. Setibanya di Bandarlampung, ia turun di Flyover Way Halim dan di tempat tersebut ia sudah ditunggu dengan RH.

“Di tempat itu, saya dijemput RH pakai motor. Saat mau pergi, ternyata kami berdua sudah keburu ketahuan sama petugas BNNP Lampung yang saat itu datang langsung menyergap kami,”ungkapnya.

Dwi Cilok mengakui, bahwa saat penangkapan itu, sempat terjadi perlawanan yang dilakukan oleh RH dengan petugas BNNP Lampung.

“Jadi pada saat mau kabur itu, RH memang menabrak petugas pakai sepeda motornya. Lalu petugas menembak RH, hingga akhirnya dia (RH) tewas saat mau di bawa ke Rumah Sakit,”pungkasnya.

Loading...