Beranda News Pertanian Dirjen Prasarana dan Sarana Kementan Hadiri Panen Raya Padi di Kuala Sekampung

Dirjen Prasarana dan Sarana Kementan Hadiri Panen Raya Padi di Kuala Sekampung

227
BERBAGI
Dirjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian Sumarjo   Gator Irianto didampingi Kherlani (kiri) dan Rycko Menoza melakukan panan padi di Desa Kuala Sekampunf, Sragi, Lampung Selatan, Kamis (28/5/2015).
LAMPUNG SELATAN, Teraslampung.com– Dirjen Prasarana dan
Sarana Kementerian Pertanian,  Sumarjo Gatot Irianto, melakukan kunjunvan kerja di Lampung dengan mengikuti acara panen padi di
Desa Kuala Sekampung,  Kecamatan  Sragi,
Lampung Selatan,  Kamis  (28/5).
Selain Dirjen, hadir pula Staf Ahli Gubernur Bidang Ekbang, Kherlani, Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza, Kepala
Badan Ketahanan Pangan, Kadis Pertanian Provinsi Lampung. juga para kepala SKPD
terkait di Kabupaten Lampung Selatan.
Sumarjo mengatakan, Lampung dipilih menjadi salah satu provinsi andalan untuk meningkatkan swasembada pangan khususnya beras. Pada 2016, kata Sumarjo, Provinsi Lampung ditargetkan bisa menaikkan produksi gabah kering giling dari 3 juta ton/tahun menjado 4 juta ton/tahun. Sebab itu, Gatot mengimbau para petani di Lampung yang baru saja panen pada tiga minggu mendatang sudah kembali menanam padi.
“Hasil panen padi sebisa mungkin di jual ke Bulog dan PIHC
(Pupuk Indonesia Holding Company). Perhatian Pemerintah membantu petani untuk
meningkatkan hasil panen sudah banyak dilakukan, begitu juga hendaknya
para  petani bekerja dengan sungguh
sungguh sehingga hasilnya berkimpah dan sebaiknya  menjual hasil panen melalui Bulog dan PIHC,
sehingga pemerintah memiliki cadangan beras atau stok pangan yg cukup dan harga
tetap terjaga,” kata Sumarjo.
Sumarjo berjanji, untuk mendukung tercapainya target swasembada pangan di Lampung pemerintah pusat akan merehabilitasi saluran
irigasi yang selama ini rusak sehingga mengganggu produktivitas petani.
Sementara itu Staf Ahli Gubernur Bidang Ekbang Kherlani mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mencapai target peningkatan 1 juta ton Gabah Kering Giling. Untuk itu diperlukan peran aktif semua pihak agar target tersebut tercapai. Diharapkan Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu daerah penyumbang beras terbesar di Lampung.
Menurut Kherlani, selama ini sektor pertanian merupakan penyumbang  terbesar Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) Provinsi Lampung. 
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Kherlani mengatakan  kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Lampung sebesar 35,92 %. Penyerapan tenaga kerja  dari sektor pertanian, perikanan dan kehutan melalui kegiatan on-farm, industri hulu dan industri hilir dan jasa mencapai  70%.
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung secara kumulatif  mencapai 6,48 %; sektor pertanian merupakan penyumbang yang terbesar yaitu 35, 92 %. Devisa dari nilai ekspor Lampung sebesar US $ 7,277 milyar dimana 1.405 milyar atau 19,31 % berasal dari sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.
Produksi komoditas pertanian bidang tanaman pangan dari Provinsi Lampung merupakan unggulan di tingkat nasional. Komoditas padi menempati peringkat 7 secara nasional, untuk jagung menduduki peringkat 3 secara nasional, serta untuk ubi kayu menduduki peringkat 1 secara nasional. Dengan data-data tersebut, keberhasilan pembangunan sektor pertanian di Provinsi Lampung tidak hanya akan mempengaruhi perekonomian Lampung tetapi akan mempengaruhi perekonomian nasional.
Loading...