Dirut PTPN III Holding Apresiasi Respons Cepat Jajaran Direksi-Manajemen PTPN VII

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM — Dirut PTPN III Holding, Elia Massa Manik, mengapresiasi langkah cepat jajaran direksi dan manajemen PTPN VII yang cepat merespons dan menerapkan empat program restrukturisasi yang direkomendasikan PTPN III (Persero) Holding untuk mengatasi masalah BUMN Perkebunan di PTPN VII.

Program tersebut digulirkan Elia Massa Manik segera setelah menduduki nahkoda utama holding pada bulan April 2015 dan baru berjalan sekitar tiga) bulan bersamaan dengan pergantian jajaran direksi PTPN VII pada akhir bulan Juli 2016 dan Dewan Komisaris awal Agustus 2016.

“Namun, langkah cepat yang dilakukan manajemen PTPN VII tersebut telah mencatatkan beberapa indicator yang menggembirakan serta menjanjikan. Saya harus mengakui, Direksi dan jajaran manajemen PTPN VII bergerak cepat. Tidak sulit untuk mengukur kinerja suatu sistem yang dijalankan. Ada alat ukur normatifnya, yakni kinerja keuangan. Dari rugi sampai dengan Juli 2016, mulai Agustus 2016 sudah mencatat margin (keuntungan) setiap bualnnya. Ini sangat menggembirakan,” kata  Elia Massa Manik kepada wartawan usai briefing manajemen PTPN VII, Kamis (10/11).

Elia Manik mengadakan kunjungan seorang diri ke markas PTPN VII untuk memantai kinerja satu dari 14 anak perusahaan dalam holding. Ia sempat menyebut PTPN VII adalah satu yang harus mendapat perhatian khusus karena neraca keuangannya yang kurang sehat. Itu menjadi alasan si “Manager 1 triliun” PT Elnusa Tbk itu untuk menempatkan Direksi yang punya kemampuan cepat mengubah keadaan.

“Pilihan saya tidak salah. Dengan direksi yang hanya tiga orang, saya tahu Pak Andi (Andi Wibisono, Dirut, Sukarnoto Dirop dan Ibu Ganefi Dirkom PTPN VII) bisa mengubah situasi. Dan itu sekarang terbukti,” katanya.

Pada inspeksi mendadak itu, Elia Massa Manik langsung menuju Kantor Direksi dan mengadakan rapat tertutup dengan jajaran direksi dan komisaris PTPN VII. Usai makan siang, selama tiga jam lebih ia memberi pengarahan dan penguatan persepsi kepada jajaran top manajemen.

Beberapa poin yang dia sampaikan, hampir semua tema bermuara kepada integritas human capital. Ada tiga elemen penting untuk mengelola entitas perusahaan agar bisa berjaya. Pertama adalah knowlegde (ilmu pengetahuan), kedua speed (kecepatan bertindak), dan ketiga gut (nyali atau keberanian mengambil kebijakan dengan semua risikonya).

Tanpa tiga unsur itu, kata mantan Dirut PT Elnusa Tbk ini, perusahaan hanya akan berdiri stagnan untuk kemudian menjemput kebangkrutan. “Saya katakan, di sini tempatnya berprestasi dan bekerja serius. Kalau tidak bisa mengikuti irama, secara alamiah akan tersisih dan kemudian tertinggal.”

Kepada Dirut Hoding, Dirut PTPN VII Andi Wibisono melaporkan progress preogram restrukturisasi. Pada restrukturisasi finansial, kata dia, pergerakan berarti terjadi ketika langkah efisiensi dan memberangus bias proses insider trading yang mengakibatkan kerugian perusahaan. Dari langkah tegas itu, perusahaan bisa menghemat hingga Rp82 miliar pada tahap pertama.

“Jadi, restruc (restrukturisasi financial) untuk menjadwal ulang kredit kepada bank sindikasi untuk pembiayaan serta memperoleh kucuran dana harus kita yakinkan lagi perbankan untuk segera membantu. Bagaimanapun bank harus segera membantu sejalan dengan “ Quick win program” yang akan dilaksanakan. Jika bantuan terlambat berarti kita kehilangan potensi penerimaan dan momentum yang berada di depan mata,” kata Andi.

Andi menambahkan, pada tiga program restrukturisasi yang lain sudah berjalan maksimal. Ia melaporkan, pada restrukturisasi human capital dan penataan organisasi sudah berjalan dengan diadakan perampingan organisasi dan perbaikan kinerja. Pada restrukturisasi manajemen yang menerapkan good governance, terang dia, alhamdulillah sudah bisa dibuktikan dengan tidak ada lagi bias-bias seperti insider trading dan penyelewengan lain.

“Kalau dari restrukturisasi produksi yang berkelanjutan, kami sudah membuktikan dengan pencapaian produktivitas yang meningkat. Pada komoditas kelapa sawit, misalnya, kita sudah bisa menaikkan produktivitasnya dari hanya 4,2 ton per hektare semester I menjadi 2 kali lipat lebih hanya pada 4 (empat) bulan pertama semester II. Ini salah satu indikator hasilnya,” kata dia.

Menutup pengarahannya, Elia Massa Manik berpesan kepada jajaran manajer dan kepala bagian untuk menjalankan proses dengan baik. Modalnya, tambah dia, adalah knowlegde, speed, dan gut. Tetapi ingat, semua harus sesuai dengan prosedur.

Ia juga berpesan agar apa yang dia sampaikan ini diturunkan kepada karyawan di level di bawahnya. Sebab, kata dia, karyawan di garda depan adalah ujung tombak dan inti dari semua proses. “Pesan saya, bekerjalah dengan konsisten dan presisten. Konsisten artinya terus menerus dan tidak mudah terpengaruh, sedangkan presisten adalah tidak mudah menyerah oleh hambatan maupun tantangan,” kata dia.

 

  • Bagikan