Beranda Hukum Kriminal Dirut RSU Ryacudu Nyaris Ditusuk Badik

Dirut RSU Ryacudu Nyaris Ditusuk Badik

2178
BERBAGI
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Hendri menunjukan barang bukti senjata tajam yang akan digunakan oleh En.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Hendri menunjukan barang bukti senjata tajam yang akan digunakan oleh En.

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–Pelaksana tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah H.M. Ryacudu Lampung Utara Syah Indra Husada Lubis nyaris menjadi korban penusukan oleh En, bawahannya sendiri, di ruangannya, Kamis pagi (15/2/2020).

‎Akibat kejadian yang nyaris membahayakan nyawanya itu, Syah Indra pun segera melaporkan kejadian ini ke Mapolres Lampung Utara. Kini, En berikut barang bukti telah diamankan oleh petugas kepolisian.

‎Kejadian ini bermula saat En menemui atasannya itu di ruang kerjanya. Saat itu, En hendak meminta Syah Indra selaku atasannya untuk menandatangani berkas penilaian kinerjanya sebagai syarat kenaikan pangkat.

Akan tetapi, Syah Indra belum mau menandatangani berkas tersebut karena ia ingin terlebih dulu berdiskusi dengan yang bersangkutan. Sikap Syah Indra inilah yang diduga memantik emosi yang bersangkutan.

“Dia (EN) langsung marah dan mengeluarkan badik (senjata tajam),” kisah Syah Indra.

Untungnya saat kejadian terdapat salah seorang bawahannya yang lain di ruangan itu. Bawahannya itu dengan sigap menahan aksi En. ‎En yang masih terlihat emosi sempat mengancam akan mendatangi rumahnya dan melukainya meski telah dibawa ke luar dari ruangan.

“EN terus mengancam akan mendatangani rumahnya dan akan melukai saya,” kata dia.

Di lain sisi, EN menampik keras jika dikatakan ia hendak melukai dan mengancam atasannya tersebut. Menurutnya, meski emosi, namun, senjata tajam yang kebetulan ia bawa secara tidak sengaja itu tidak pernah dikeluarkan dari tas miliknya.

“Sajam itu tidak sengaja terbawa karena saya kan mau pindah rumah hari ini, dan senjata itu lupa saya taruh dirumah yang baru,” terangnya.

Menyikapi laporan itu, ‎Kasat Reskrim Polres Lampura, AKP Hendrik mengatakan, pihaknya masih mendalami laporan itu. Jika terbukti, yang bersangkutan terancam penjara selama 11 tahun.

“Bila terbukti, En akan dijerat dengan pasal 335 KUHP tentang pengancamam serta UU Darurat. Ancaman hukumannya 11 tahun penjara,” katanya.

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaSMAN 9 Bandarlampung Bekali Peserta Didik Kelas Inspirasi
Artikel berikutnyaKajati Lampung Ajak Forkopimda Wujudkan Komitmen Penegakan Hukum
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya