Disdukcapil Lampura: Penyingkatan Nama dalam Dokumen Kependudukan Dilarang

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lampung Utara (Lampura), Perdana Putra
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lampung Utara (Lampura), Perdana Putra
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lampung Utara mengimbau warga untuk menulis nama secara lengkap alias tanpa singkatan dalam permohonan dokumen kependudukan yang mereka ajukan. Penyingkatan nama menjadi hal yang dilarang dalam aturan terbaru mengenai dokumen kependudukan.

‎”Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan, nama harus ditulis secara lengkap. Enggak boleh disingkat – singkat,” jelas Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lampung Utara (Lampura), Perdana Putra, Selasa (17/5/2022).

Perdana mencontohkan sejumlah nama yang kerap disingkat oleh warga seperti nama Muhammad disingkat M. Lalu, nama ‎Ahmad disingkat menjadi A. Penyingkatan nama seperti inilah yang tidak lagi diperkenankan dalam setiap dokumen kependudukan yang diatur dalam aturan terbaru kali ini.

“Larangan ini bertujuan untuk menghindari multitafsir terhadap nama yang dimaksud,” kata dia.

Ia mengatakan, ‎dokumen kependudukan itu meliputi biodata penduduk, kartu keluarga, kartu identitas anak, kartu tanda penduduk elektronik, surat keterangan kependudukan, dan akta pencatatan sipil. Pencatatan nama setiap dokumen kependudukan dilakukan oleh instansi tempatnya bekerja.

“Dalam aturan ini juga diatur bahwa jumlah huruf setiap nama ‎paling banyak adalah 60 huruf, dan jumlah katanya paling sedikit dua kata,” terangnya.

Di samping memuat larangan penyingkatan nama, aturan terbaru ini juga melarang adanya penulisan gelar pendidikan dan keagamaan pada dokumen kependudukan selain KTP dan Kartu Keluarga. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa aturan ini tidak berlaku surut dan hanya diberlakukan bagi dokumen kependudukan terbaru.

“Aturan ini mulai diberlakukan untuk setiap dokumen kependudukan terbaru,” kata mantan Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Utara ini.