Beranda News Pelayanan Publik Disertai Isak Tangis Keluarga, Jenazah Pasien BPJS yang Meninggal di Selasar RSUAM...

Disertai Isak Tangis Keluarga, Jenazah Pasien BPJS yang Meninggal di Selasar RSUAM Dimakamkan

4703
BERBAGI
Proses pemakaman Rezky di TPU Desa Pasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Selasa (11/2/2020). Foto: Teraslampung/Zainal Asikin

Zainal Asikin | Teraslampung.com

PALAS PASEMAH — Muhammad Rezky Mediansori alias Kiki (21) seorang pemuda warga Dusun Pasar Senin Baru, Desa Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan didiagnosis alami penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan meninggal di selasar Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Bandarlampung, Senin (10/2/2020) sore sekitar pukul 16.30 WIB, dimakamkan di TPU Palas Pasemah, Selasa siang (11/2/2020).

BACA: Viral Video Pasien BPJS Meninggal di Selasar RSU Abdoel Moeloek

Meninggalnya Kiki menjadi perbincangan luas publik setelah sebuah pasca-ia meninggal tersebar luas di media sosial sejak Senin malam (11/2/2020). Dalam video itu terlihat kedua orang Kiki menangis disertai ucapan kecaman karena Kiki tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.

Keluarga Kiki mengaku, Kiki merupakan pasien BPJS anak kedua dari pasangan Lilik Ansori dan Maliyana yang terlantar di RSUAM lantaran tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal dan baik dari rumah sakit plat merah itu.

Pantauan teraslampung.com di rumah duka, ratusan pelayat memadati rumah kediaman Lilik Ansori, ayah dari pasien Kiki. Selain pelayat warga desa setempat, alumni teman sekolah Kiki serta guru dan sejumlah tokoh agama.

Tampak  terlihat juga seorang Bacalonbup Lamsel, Hipni, melayat ke rumah duka Lilik Ansori. Hadir pula Camat Palas, Kepala UPTD Puskesmas Palas, dan Kepala desa Palas Pasemah.

Setelah dimandikan, dikafani, dan dishalatkan, kemudian jenazah Kiki dibawa menuju ke TPU desa setempat untuk dimakamkan.

Ketika jenazah Kiki tiba lokasi pemakaman dan mulai dilakukan penutupan pusaranya, Kakak dari pasien Kiki tersebut tiba-tiba jatuh pingsan bahkan kedua orangtunya pun terus menangis, hingga membuat para pelayat lainnya turut larut dalam kesedihan khususnya pelayat wanita banyak yang menangis.

Loading...