Dishut Canangkan Gerakan Menanam Pohon di Taman Hortipark Sabahbalau

Bagikan/Suka/Tweet:
Asisten III Setprov Lampung Elya Muchtar menyerahkan bibit pohon kepada warga untuk ditanam.
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2015, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung mencanangkan Gerakan Menanam Pohon di Taman Hortipark, di Desa Sabahbalau, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan, Rabu (2/12/2015).
Acara menanam pohon indonesia dan bulan menanam pohon idonesia tahun 2015 mengakat tema ayo kerja, tanam dan pelihara pohon untuk hidup lebih baik dan hari cinta puspa dan satwa nasional pemilihan tema ini di maksudkan untuk mendorong seluruh komponen masyarakat ikut serta dalam membangun ekosistem hutan, menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik untuk kehidupan masa kini dan masa yang akan datang.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Bidang Kesra Setprov Lampung Elya Muchtar mengatakan, hutan sangat penting sebagai pilar penyangga kehidupan manusia, pilar pengawetan, dan pilar pemanfaatan untuk generasi sekarang dan yang akan datang. 
“Keberadaan hutan ini, haruslah dilindungi sebagaimana diamanatkan di dalam undang – undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, undang – undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, undang – undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan  pemberantasan kerusakan hutan serta undang – undang nomor 37 tahun 37 tahun 2014 tentang konservasi tanah dan air,” kata Menteri.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan, kegiatan Menanam Pohon Indonesia 2015 ini dapat meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan rakyat marjinal, mendorong peningkatan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
“Masyarakat Indonesia wajib menjaga kelestarian hutan dan melakukan penghijuan di daerah sekitar seprti rumah, sekitar tempat ibadah, jalan raya, area perkantoran dan masih banyak lainnya. Karena ini semua untuk menjaga polusi yang  semakin tinggi,” ujar Elya Mucktar, saat membacakan sambutan Menteri.
Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Aprilani Yustin Ficardo (jilbab kuning) pada acara pencanangan Gerakan Menanam Pohon di Holtipark Sabahbalau, Rabu (2/12/2015).
Menurutnya saat ini Indonesia memiliki hutan terluas ketiga di dunia, yakni 120, 78 juta hektare yang terdiri atas hutan konservasi 21,90 juta hektare, hutan produksi 69, 24 juta hektare, dan hutan lindung 29, 64 juta hektare. “untuk memperbaiki tata kelola hutan, luasan hutan di bagi ke dalam organisasi pengelolaan hutan di tingkat tapak yang di sebut KPH sebanyak 600 unit KPH.
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), saat ini Indonesia mengalami peningkatan indek kualitas lingkungan hidup menjadi 63,42 persen, penetapan kawawasn hutan sebesar 58,8 persen,  penururnan laju deforestasi menjadi 0,61 juta hektare per tahun, penurunan rata – rata jumlah titik kebakaran menjadi 22.500 titik, penurunan lahan kritis menjadi 24,3 juta hektare, peningkatan produksi kayu dari hutan alam sebesar 5 juta meter kubik, hutan tanaman sebesar 26,67 juta meter kubik, dan hutan rakyat 3,98 juta meter kubik.
Ke depan, Kementerian LHK akan menerapkan strategi percepatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dan program penyelamatan hutan  melalui upaya – upaya yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. 
“Instansi pemerintahan, perguruan tinggi, pelaku usaha, sekolah dan seluruh masyarakat untuk melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon sebanyak lima pohon per orang, dan melakukan penanganan lahan gambut pasca kebakaran untuk melakukan kembali penanaman,” imbau Menteri LHK.
Asisten III Bidang Kesra Setprov Lampung Elya Muchtar  mengajak seluruh masyarakat Provinsi Lampung untuk terus melakukan penghijuan di daerah masing masing. Misalna di sekolah, kantor, pinggir jalan , halaman rumah dan masih banyak lainnya untuk dapat mengurangi polusi yang semakin tinggi setiap harinya.
“Ke depan bukan hanya di Provinsi lLmpung saja, tetapi semua kabupaten kota dapat mengikuti kegiatan ini serta mencegah pembekaran hutan sejak dini karna dapat merusak ekosistem yang ada,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Aprilani Yustin Ficardo, mengatakan, sebagai kaum wanita dapat memberikan contoh kepada wanita lainnya untuk dapat melestarikan pohon di daerah lainnya.
“Kita sebagai kaum hawa dapat mengajak seluruh perempuan di provinsi lampung untuk dapat menanam pohon sejak dini, karna untuk mengurangi polusi undara yang semakin hari semakin besar ancamannya kepada manusia,” ujarnya.
Istri Gubernur Lampung Ridho Ficardo ini mengharapkan ke depan semua Ketua Tim Penggerak PKK di kabupaten dan  kota di Lampung juga diharapkan mencanangkan program penanaman pohon di wilayahnya masing-masing.
TL-01