Disnak Lamsel Gelar Festival Sapi PO dan Kemitraan Ayam Ras

  • Bagikan

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza

TANJUNG SARI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, melalui  Dinas Peternakan Lamsel menggelar gebyar festival ternak sapi peranakan ongole (PO) dan pengembangan kemitraan ayam ras, di Desa Sidomukti, Kecamatan Tanjung Sari, Rabu (12/11).

Kegiatan gebyar peternakan yang dibuka secara langsung oleh Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza. SZP ini, diikuti sekitar 1.000 peserta dengan menampilkan sebanyak 500 ekor sapi PO hasil ternak petani di Kecamatan Tanjung Sari.

Bupati Lamsel Rycko Menoza dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan yang digelar oleh Dinas Peternakan Lamsel ini merupakan salah satu program dari komoditas unggulan peternakan Kabupaten Lampung Selatan yakni pengembangan sapi PO diwilayah Kecamatan Tanjung Sari dan pengembangan kemitraan ayam ras di Kecamatan Jati Agung.

“Mudah-mudah dengan digelarnya kegiatan ini (Gebyar Peternakan, red), dapat memberikan pemahaman sekaligus memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat Lamsel, terutama masyarakat peternak dan dapat dijadikan sebagai momentum kebangkitan pembangunan peternakan di Indonesia, khusunya diwilayah Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Rycko Menoza.

Rycko menuturkan, Sapi PO merupakan salah satu jenis sapi potong lokal unggul (Plasma Nutfah) yang merupakan hasil karya cipta Intelektual Bangsa Indonesia yang menjadi salah satu kekayaan sumberdaya genetik yang harus dilestarikan dan dikembangkan sesuai dengan amanat Undang-Undang No.18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

“Kalau melihat dari data sementara hasil sensus Badan Pusat Statistik bulan Juni 2013, populasi sapi diwilayah Kabupaten Lampung Selatan sudah sebanyak 104.028 ekor dan sebanyak 80.828 ekor diantaranya atau 77,70 persen merupakan sapi jenis PO,” tuturnya.

Dia berharap, program aksi unggulan yang dilaksanakan ini bukan saja untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik sapi PO, tetapi juga dapat berperan penting dalam mendukung program Nasional Swasembada daging sapi atau kerbau yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para peternak.

“Oleh karena itu, agar tujuan dari program ini dapat segera terwujud diperlukan adanya dukungan dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak terkait melalui partisipasi nyata dalam bentuk alokasi paket program dan pembiayaan serta paket bentuk lainnya yang dianggarkan baik lewat APBN maupun APBD, serta sektor swasta dan swadaya masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Lamsel Ir. Cecep Khairuddin mengatakan, digelarnya kegiatan Gebyar Peternakan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ternak sapi jenis PO di Lamsel, khususnya diwilayah Kecamatan Tanjungsari yang memang merupakan daerah sentral pengembangan sapi PO.

“Intinya, melalui kegiatan gebyar ini kami ingin memacu para petani peternak untuk terus mengembangkan usaha ternaknya. Dengan harapan program unggulan pengembangan dan pelestarian sapi PO dan kemitraan ayam ras dapat berjalan sesuai harapan,” katanya.

  • Bagikan