Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Disorot Komisi II DPRD, Ini Kata Manajemen RSUD Dadi Tjokrodipo

Disorot Komisi II DPRD, Ini Kata Manajemen RSUD Dadi Tjokrodipo

118
BERBAGI
Rumah Sakit Dadi Tjokrodipo milik Pemkot Bandarlampung
Rumah Sakit Dadi Tjokrodipo milik Pemkot Bandarlampung

TERASLAMPUNG.COM — Pihak manajemen Rumah Sakit (RS) A Dadi Tjokrodipo menanggapi hasil temuan Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung dalam sidak pada Selasa (3/12/2019).

Temuan dari hasil sidak tersebut meliputi fasilitas dan pelayanan di RS plat merah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Direktur utama RS A Dadi Tjokrodipo, Kasubag Umum dan Kepegawaian, Irwan Sujoko, mengatakan usai kunjungan para wakil rakyat, pihaknya  langsung menggelar rapat internal bersama manajemen.

“Kemarin sore Bu Direktur (Indrasari) langsung merespon hasil sidak tersebut, Temuan-temuan dari sidak tersebut menjadi masukan dan akan sesegera mungkin ditindaklanjuti,” katanya,  Rabu (4/12/2019).

Menurutnya, saat ini pihak manajemen telah melakukan pembenahan dalam skala sedang, Misalnya meningkatkan kebersihan, melakukan pengecekan terhadap fasilitas penunjang yang dikeluhkan oleh para pasien.

“Tadi pagi tim sudah turun untuk melakukan pengecekan, dan memang fasilitas penunjang seperti AC, kipas angin yang ditemukan rusak maka akan segera diperbaiki atau diganti dengan yang baru,” kata Irwan.

Pada sidak Komisi IV DPRD Bandarlampung, tim menemukan banyak fasilitas dan pelayanan di RSUD milik Pemkot Bandarlampung yang kurang memadai.

“Dasar sidak ini atas keluhan dari masyarakat, kami ini melihat langsung apa benar yang menjadi aduan dari masyarakat. Ternyata disela-sela sidak memang kami temukan pelayanan dan fasilitas yang kurang memadai,” kata Darma, anggota Komisi IV DPRD Bandarlampung.

Ia meminta agar manajemen rumah sakit agar berbenah dan bisa memperbaiki fasilitas dan pelayanan yang kurang memadai tersebut.

“Kalau begini kan bagaimana pasien mau sehat, jangan-jangan rumah sakit sepi karena orang gak mau kesitu karena melihat fasilitas yang kumuh dan tidak memadai, makanya pengunjung sepi dan lebih memilih ke RS swasta,” katanya.