Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Disparbud Lamsel Kenalkan Seni dan Budaya Adat Lampung di Hungaria

Disparbud Lamsel Kenalkan Seni dan Budaya Adat Lampung di Hungaria

42
BERBAGI
Warga Hungaria belajar tari Sigeh Penguten. (Foto: Istimewa)

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN – Tim Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lampung Selatan, pada tanggal 5 hingga 10 Desember 2015 lalu mendapat kesempatan mengisi acara kesenian di ajang Festival International Folklore and Dance, mewakili Indonesia, di Budapest, Hungaria.

Dalam ajang festival tersebut, tim kesenian asal kabupaten di Serambi Pulau Sumatera ini, menampilkan pertunjukan Tari Sigekh Pengunten yang merupakan salah satu tarian adat Lampung yang sering dipentaskan untuk menyambut tamu-tamu agung baik dalam acara pernikahan maupun acara-acara penting lainnya.

Kepala Disprabud Lampung Selatan Fauziah Arief, SH menuturkan, keikutsertaan Tim Kesenian Lampung Selatan di ajang Festival International Folklore and Dance  di Budapest, Hungaria pada minggu lalu, dalam rangka memenuhi undangan dari pihak KBRI di Hungaria, untuk mewakili Indonesia.

Menurutnya, selain mementaskan tarian Sigekh Pengunten, tim kesenian Lampung Selatan juga memamerkan pakaian pengantin Adat Lampung yang diperagakan langsung diatas pentas oleh tim kesenian Disparbud Lampung Selatan.

“Kita sebagai orang Lampung Selatan tentunya sangat bangga dan merasa senang, karena bisa mewakili Negara Indonesia dalam ajang festival ditingkat Internasional,” ujar Fauziah Arief, kepada Teraslampung.com, di ruangkerjanya, Rabu (16/12) siang.

Diungkapkannya, selain bisa tampil dalam pementasan Festival International Folklore and Dance tersebut, tim kesenian Lampung Selatan juga, diminta oleh pihak KBRI untuk melatih tarian sigekh penguten, kepada para staf KBRI dan mahasiswa yang sedang study di Hungaria.

“Selain senang kami juga bersyukur, karena sambutan para staf KBRI dan mahasiswa di sana (Hungaria, red) sangat antusias sekali ketika diajari tarian adat Lampung. Bahkan, kami diminta untuk tinggal disana lebih lama lagi,” terangnya.

Dikatakannya, selama di Hungaria tim kesenian Lampung Selatan berkesempatan melakukan tour keliling Kota Budapest yang difasilitasi langsung oleh pihak kedutaan, untuk melihat lebih dekat wisata budaya yang ada di Hungaria.

“Wah kami semua merasa kagum, karena tatanan Kota Budapest masih sangat kental dengan adat dan kebudayaanya. Bahkan, kami melihat bangunan-bangunan kuno di sana masih sangat terawat sekali,” tuturnya.

“Oleh karena itu, kami selaku dinas yang membidangi masalah kebudayaan di kabupaten ini (Lamsel,red), berencana akan mengadopsi wisata budaya yang ada di Hungaria untuk diterapkan di Lampung Selatan. Karena kita melihat, di Lampung Selatan masih banyak rumah-rumah lama adat Lampung (Lamban Panggung, red) yang bisa dilestarikan dan dipertahankan keutuhannya. Itu dilakukan agar minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Lampung Selatan bisa terus meningkat,” harapnya.

Untuk mengenalkan dunia kepariwisataan lebih dekat kepada masyarakat di Hungaria, lanjut Fauziah, pihaknya menyempatkan diri ber-promosi saat beraudensi dengan pihak kedutaan Hungaria, dengan harapan para wisatawan dari Hongaria bisa memiliki ketertarikan untuk mengunjugi Lampung Selatan.

“Kami juga membagi-bagikan brosur dan liflet tentang potensi-potensi kepariwisataan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan, agar dunia wisata Lampung Selatan bisa dikenal lebih luas lagi,” katanya.