Distribusi Buku Kurikulum 2013 Ditargetkan Selesai Juni 2014

  • Bagikan

Kurikulum 2013 akan Ubah Tata Bisnis Perbukuan

Bambang Satriaji/Teraslampung,com

Mendikbud M. Nuh (dok viva.co.id)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan pada Juni 2014 distribusi buku Kurikulum 2013 dan pelatihan guru untuk menyambut penerapan Kurikulum 2013 sudah selesai. Dengan begitu,  saat para siswa masuk sekolah pada bulan Juli 2014 mereka akan menerima buku secara gratis dalam satu set.

“Distribusi buku merupakan fase kedua dari dua fase perencanaan dan pelaksanaan Kurikulum 2013. Buku Kurikulum  2013 sedang dicetak. Semua tender sudah selesai dengan pelaksana tender adalah LKPP, dan akhir Mei 2014 diharapkan sudah mulai pendistribusian,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, di Jakarta, Jumat (30/5).

Menurut Mendikbud jumlah buku yang dicetak dan akan didistribusikan ke sekolah-sekolah sebanyak 244.902.511dengan nilai HPS (harga per satuan)  Rp2,109.490 triliun.”Jumlah buku yang kita kembangkan dan tulis ada 200 judul buku. Ini pekerjaan tidak mudah, dan Alhamdullilah semuanya dapat dilaksanakan dengan total 169 paket,” kata dia.

Menurut Mendibud,   fase satu ujungnya sampai dengan implementasi bertahap dan terbatas yang dilakukan sampai dengan bulan Juli 2014. Mulai dari perumusan ide, desain struktur dan isi, penulisan buku model, dan seterunya.

Menurut M. Nuh, fase dua mulai penulisan buku untuk tahun kedua saat ini, kemudian penyediaan buku dalam skala yang sangat besar, pelatihan dalam skala besar, serta implementasi bertahap dan menyeluruh yang akan dimulai pada minggu ketiga bulan Juli 2014.

M. Nuh  mengatakan, setelah dipelajari dari berbagai sumber buku, Kurikulum 2013 bisa mengubah tata bisnis perbukuan. “Alangkah bahagianya kalau adik-adik kita pada saat tahun ajaran baru, mereka sudah tidak ada beban lagi untuk membeli buku, gurunya pun juga mendapatkan satu paket. Guru akan menerima buku guru dan buku siswa. Ini yang saat ini sedang kita kerjakan,” tutur Mendikbud.

Ia mengatakan, sekolah nanti akan membeli langsung ke penyedia, dan setiap daerah udah ditetapkan siapa yang akan menjadi penyedia buku. Uang untuk membeli buku sudah dikirimkan ke sekolah-sekolah.

“Jadi sekolah nanti bisa langsung pesan dan membeli buku, baik melalui elektronik ataupun hard copy. Yang terpenting uang itu kementerian tidak pegang,” katanya.

  • Bagikan