Ditahan KPK, Ini Status Pencalonan Mustafa di Pilgub Lampung

Penyerahan SK penetapan pasangan calon Mustafa - Ahmad Jajuli.
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Meski ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus suap, status pencalonan Mustafa dalam pemilhan kepala daerah (Pilkada) Gubernur Lampung masih tetap dan tidak berubah. Bupati Lampung Tengah (non aktif) tersebut, bisa maju dalam Pilgub Lampung bersama pasangan Cawagubnya, Ahmad Jajuli.

“Mengenai pencalonan Mustafa di Pilgub tetap, hingga sampai adanya kekuatan hukum tetap (inkracht) dari putusan pengadilan. Mustafa-Jajuli, tetap sebagai Pasalon di Pilgub Lampung dan status pencalonannya tidak berubah,”ujar Komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih, Jumat (16/2/2018).

Menurut Handi, untuk pencalonan bagi calon yang ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, tetap mengikuti tahapan-tahapan Pilgub sebagaimana mestinya. “Ya kalau untuk bagaimana selanjutnya nanti, kami hanya menunggu saja dan tak bisa berandai-andailah mengenai hal itu,”ungkapnya.

Sementara Ketua Bawaslu lampung, Fatikhatul Khoiriyah mengungkapkan hal senada, bahwa merujuk peraturan yang mengatur pencalonan PKPU 3 tahun 2017, status calon Gubernur Lampung Mustafa yang ditahan oleh komisi anti rasuah (KPK), statusnya masih tetap dan tidak berubah sebagai calon Gubernur Lampung, sehingga sebagai wakil gubernur pasangannya masih bisa melakukan kampanye.

“Status pencalonannya Mustafa yang saat ini ditahan oleh KPK, tidak berubah dan beliau masih tetap bisa mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Lampung dan wakilnya masih melakukan aktifitas kampanye,”ungkapnya.

Meski demikian, kata Khoir sapaan akrabnya, pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut terkait mengenai teknis penyelenggaran kampanye. Sebab, masih ada beberapa tahapan bentuk kampanye yang harus dihadiri oleh pasangan calon (Paslon) Gubernur tersebut seperti debat publik.

“Debat publik itu harus dihadiri oleh pasangan calon, kalau tidak dihadiri maka ada sanksi yakni dengan tidak diterbitkannya iklan kampanye Paslon itu sendiri,”terangnya.

Diketahui, sebelum dibawa dan akhirnya ditahan oleh penyidik KPK dalam kasus dugaan suap, Bupati Lampung Tengah, Mustafa yang maju sebagai calon Gubernur Lampung berpasangan dengan Ahmad Jajuli yang diusung oleh koalisi Partai NasDem, PKS dan Hanura, sempat mengikuti serangkaian kegiatan dalam gelar apel pasukan pengamanan Pilkada serentak 2018 di lapangan Korem 043/Gatam, pada Kamis (15/2/2018) pagi kemarin.

Bahkan Ketua DPW partai NasDem Lampung tersebut, sempat menggelar konferensi pers di rumah pemenangan di Bandarlampung. Dalam kesempatan itu, Mustafa mengatakan, bahwa dirinya tidaklah tertangkap tangan oleh KPK seperti yang diberitakan. Bahkan Mustafa juga membantah, tidak terlibat dalam kasus dugaan suap tersebut.

Selanjutnya, Mustafa dijemput dirumah di Bandarlampung oleh penyidik KPK dan diback-up Polda Lampung, pada Kamis (15/2/2018) malam. Kemudian Mustafa dibawa menuju gedung KPK di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah diperiksa selama kurang lebih 4 jam Jumat dinihari (16/2/2018), Mustafa akhirnya ditahan oleh penyidik KPK.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat dan swasta di Lampung Tengah dan Jakarta. Dalam operasi itu, KPK menjaring 19 orang terkait dugaan kasus suap dalam proses peminjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah dari PT sarana Multi Insfrastruktur (PT SMI) senilai Rp 300 miliar.

Dalam kasus dugaan suap tersebut, KPK menetepkan tiga orang sebagai tersangka yakni Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, J Natalis Sinaga; anggota DPRD Lampung Tengah, Rusliyanto dan Kepala Dinas Bina marga Lampung Tengah, Taufik Rahman.