Beranda Hukum Narkoba Ditangkap Polda Saat Pesta Narkoba, Nizar Romas dan Darma Wijaya Belum Ditetapkan...

Ditangkap Polda Saat Pesta Narkoba, Nizar Romas dan Darma Wijaya Belum Ditetapkan Sebagai Tersangka

1359
BERBAGI
Wadir Reserse Narkoba Polda Lampung, AKBP Wika Hardianto

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Meskipun Nizar Romas dan Darma Wijaya sudah mengaku mengonsumsi sabu-sabu, penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung belum menetapkan mantan anggota DPRD Bandarlampung dan mantan Sekretaris DPW Partai Nasdem Lampung itu sebagai tersangka. Penetapan status keduanya sebagai tersangka masih menunggu 3 x 24 jam. Saat ini keduanya masih berstatus sebagai saksi.

Polisi menangkap keduanya di sebuah rumah di Jalan HOS Cokro Aminoto, Kelurahan Enggal, Tanjungkarang Timur, Selasa (2/5/2017) sore lalu. Dari penangkapan itu, polisi menemukan satu paket sabu-sabu dan alat isap (bong).

Wakil Direktur Reserse Narkob Polda Lampung AKBP Wika Hardianto mengatakan, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan dan belum menetapkan Nizar dan Darma sebagai tersangka. Karena masih melakukan pendalaman, asal narkoba tersebut mereka dapatkan.

“Status keduanya, masih sebagai saksi. Sebab keduanya, masih dalam masa penangkapan selama 3X24 jam ke depan. Penyidik masih punya waktu selama 3×24 jam melakukan pemeriksaan, setelah itu jika diperlukan maka bisa diperpanjang lagi 3×24 jam masa pemeriksaannya. Setelah itu, baru disimpulkan status keduanya”ujarnya saat ditemui Teraslampung.com di ruang kerjanya, Rabu (3/5/2017).

Wika mengutarakan, dalam pemeriksaan Nizar dan Darma mengakui mengonsumsi sabu-sabu. Saat ini penyidik masih mendalami asal sabu-sabu yang didapatkan oleh keduanya, untuk mengetahui siapa pemasoknuya. Jika sudah diketahui pemasoknya, petugas akan segera melakukan penangkapan dan juga terhadap jaringan pengedar narkoba lainnya.

“Sebelum ditangkap dengan petugas, keduanya sudah mengakui habis menkonsumsi sabu-sabu. Sehingga tidak perlu lagi dilakukan tes urine terhadap keduanya,”terangnya.

Menurutnya, penangkapan keduanya berdasar atas informasi masyarakat, lalu dilakukan penyelidikan di tempat yang dimaksud.

Dikatakannya, penangkapan Nizar dan Darma, merupakan bagian dari Operasi Antik. Menurutnya, dalam Operasi Antik ini, pihaknya menyasar empat kegiatan dalam hal memberantas peredaran narkoba di Lampung. Yakni tempat hiburan, orang serta barang narkoba.

”Ya penangkapan keduanya ini, salah satu dari bagian dari digelarnya Operasi Antik,”tuturnya.

Saat disinggung apakah keduanya akan mengajukan rekomendasi untuk dilakukan rehabilitasi. AKBP Wika Hardianto mengatakan, bahwa surat rekomendasi rehabilitasi boleh diajukan oleh sipapun yang tertangkap tangan atas kepemilikan narkotika.

“Mengenai rekomendasi Itu haknya, kita tidak bisa menghalangi. Nanti kan yang menilai dia (pelaku/tersangka) lalu layak dan tidaknya direhabilitasi yang memutuskan tim assasment terpadu,”ungkapnya.

Namun, kata Wika, hingga saat ini, pihaknya belum mendapat surat rekomendasi rehabilitasi dari pihak keluarga ataupun kuasa hukum dari keduanya.

Loading...