Beranda News Nasional Ditangkap Polisi, Emak-emak Perekam Video Penggal Jokowi Tertunduk Lesu

Ditangkap Polisi, Emak-emak Perekam Video Penggal Jokowi Tertunduk Lesu

404
BERBAGI
Emak-emak yang merekam video pengancaman terhadap presiden digiring di Mapolda Metro Jaya. (Foto: Suara.com)
Emak-emak yang merekam video pengancaman terhadap presiden digiring di Mapolda Metro Jaya. (Foto: Suara.com)

TERASLAMPUNG.COM — IY, perekam video Hermawan Susanto yang mengancam ingin penggal kepala Presiden Joko Widodo, ditangkap polisi  Polda Metro Jaya, Rabu (15/5/2019).

Saat tiba di Polda Metro Jaya, Rabu petang, IY terlihat tertunduk  saat berjala menuju gedung Direkrorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sekitar pukul 18.02 WIB.

Selain IY, polisi juga membawa pelaku lainnya yang berjenis kelamin perempuan yang identitasnya  belum diketahui identitasnya.

Polisi kemudian membawa keduanya untuk diperiksa terkait kasus tersebut. Mereka terlihat hanya tertunduk sembari menutupi wajah saat sejumlah watawan mengambil gambar.

“Ya, sudah (ditangkap),” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisiaris Besar Argo Yuwono saat dikonfirmasi.

Argo mengatakan, pelaku ditangkap di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Hanya, Argo tak memerinci lebih jauh terkait penangkapan serta identitas pelaku.

Dari tangan IY, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Salah satu barang bukti yang diamankan adalah kacamata hitam yang ia kenakan saat merekam aksi Hermawan.

Tak hanya itu, polisi turut mengamankan satu unit ponsel genggam, masker hitam, cincin, kerudung warna biru, selembar baju warna putih dan tas warna kuning.

Untuk diketahui, polisi telah menetapkan Hermawan Susanto sebagai tersangka menyusul aksi pengancaman terhadap Jokowi.

Ancaman pemenggalan kepala Jokowi itu disampaikan Hermawan saat ikut berdemonstrasi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jumat (10/5/2019).

Dalam kasus ini, polisi akhirya menangkap pemuda itu saat bersembunyi di rumah kerabatnya di kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019).

Atas perbuatannya itu, Hermawan dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sebab, yang bersangkutan diduga melakukan perbuatan dugaan makar dengan maksud membunuh dan melakukan pengancaman terhadap presiden.

TL | suara.com

Loading...