Beranda Teras Berita Ditangkap Polisi karena Bawa Ganja, Pelajar SMA Mengaku Anak Pejabat Polda Lampung

Ditangkap Polisi karena Bawa Ganja, Pelajar SMA Mengaku Anak Pejabat Polda Lampung

198
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

YT saat diperiksa di Polsek Kedaton, Kamis (28/5/2015)

BANDARLAMPUNG–YT (17)pelajar SMA swasta di Bandarlampung, ditangkap petugas Polsekta Kedaton yang sedang menggela razia di Jalan ZA Pagar Alam, Rajabasa, Bandarlampung, Rabu (27/5) malam sekitar pukul 21:30 WIB. Saat ditangkap, pelajar tersebut mengaku anak seorang pejabat Polda Lampung berpangkat AKBP dan salah satu kerabata dari angota DPRD Kota Bandarlampung.

Wakapolsekta Kedaton, Iptu Markoni Tasty menuturkan, petugas menangkap YT saat sedang melaksanakan giat razia di Jalan ZA Pagar Alam, Rajabasa, Bandarlampung di depan Kantor Dinas Pertanian Provinsi Lampung. Pada saat itu, petugas memberhentikan dua kendaraan pribadi mobil Toyota Yaris warna hitam dan Honda Jazz warna putih.

“Kami memberhentikan dua mobil. Ketika kami memeriksa, di mobil Honda Jazz kami tidak temukan apa-apa.  Sementara di  mobil Toyota Yaris, kami melihay pengemudi kendaraan berinisial YT saat diperiksa menyimpan satu paket kecil daun ganja kering di saku baju depan,” kata Markoni kepada wartawan, Kamis (28/5).

Markoni menuturkan, ketika ditangkap dan akan dibawa petugas YT ini sempat mengaku sebagai anak salah satu pejabat Polda berpangkat AKBP. Tidak lama kemudian  pengakuannya berubah. Ia mengaku sebagai salah satu kerabat dari salah satu anggota DPRD Kota Bandarlampung.

“Saat akan dibawa ke Kantor YT ini tidak mau, ngakunya dia (YT) sebagai anak pejabat Polda. Karena  kami tidak percaya dari pengakuannya, kami tetap menangkap dan membawa YT bersama barang bukti ganja kering ke kantor guna pemeriksaan lebih lanjut,”tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, dijelaskan Markoni, tersangka YT merupakan seorang pelajar SMA kelas 2 di Bandarlampung.

Pengakuannya sebagai anak pejabat Polda dan kerabat anggota dewan itu ternyata tidak benar. Saat ditangkap, tersangka YT ini hanya ingin mengelabui petugas agar tidak ditangkap dan diproses lebih lanjut. Satu paket kecil ganja kering yang dibawa YT, baru saja dibeli dari seorang bandar berinisial SP (DPO) seharga Rp 25 ribu.

“Sisa ganja kering yang dibawa YT ada tiga linting yang kita sita, sementara dua linting ganja baru saja di isapnya sebelum YT mengantarkan temannya pulang di daerah Hajimena, Natar. Tersangka YT mengaku baru dua bulan menggunakan ganja,”terangnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Sementara menurut tersangka YT mengungkapkan, saat ditangkap polisi dirinya akan mengantarkan pulang temannya di perumahan Palem Raya, Hajimena, Natar, Lampung Selatan. Malam itu, ia pergi bersama temannya yang lain menggunakan dua kendaraan mobil. Ia dan satu orang temannya mengendarai mobil Toyota Yaris dan dua temannya menggunakan mobil Honda Jazz.

“Sebelum pergi mengantar teman saya pulang ke Natar, saya isap ganja dulu di rumah sebanyak dua linting ganja supaya enak aja bawa mobilnya saat dijalan. Sementara sisanya tiga linting ganja, saya bawa dan saya kantogi di saku baju depan,”kata dia dihadapan petugas di Mapolsekta.

Ketika kami baru sampai di Jalan ZA. Pagar Alam, Rajabasa, sambung YT, mobil yang dikendarainya diberhentikan petugas yang sedang melakukan razia. Petugas meminta kami semua keluar dan turun dari kendaraan masing-masing, dan langsung memeriksa kendaraan kami. Kami semua diperiksa, tiga linting ganja yang saya bawa dan kantongi di saku baju ditemukan sama petugas.

“Karena gugup dan takut ketahuan sama orang tua saya, saat mau dibawa petugas saya mengaku-ngaku aja sebagai anak pejabat Polda pangkat AKBP dan keponakan dari anggota dewan. Maksudnya hanya ingin menggertak petugas saja, supaya saya tidak dibawa dan di tahan bang. Kalau tiga teman saya tidak ditahan, karena mereka tidak pakai ganja hanya saya sendiri yang pakai dan mereka tidak tahu kalau saya sudah pakai dan bawa ganja,”ungkapnya.

Loading...