Beranda Hukum Kriminal Ditodong Golok, Mahasiswi UIN Raden Intan tak Berdaya Sepeda Motornya Dirampas Begal

Ditodong Golok, Mahasiswi UIN Raden Intan tak Berdaya Sepeda Motornya Dirampas Begal

522
BERBAGI
Ilustrasi (dok kaskus..co.id)

Zainal Asikin |Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Sari Asmara (19), warga Negeri Katon, Pesawaran harus merelakan sepeda motor Honda Beat Pop warna merah putih BE 8892 BY miliknya kepada para pelaku begal yang menghadangnya menggunakan senajata tajam jenis golok.

Kejadian pembegalan tersebut, saat korban Sari berboncengan bersama temannya melintas di jalur dua Jalan Endro Suratmin, Sukarame Selasa malam 17 April 2018 lalu sekitar pukul 19.20 WIB. Pada saat itu, Sari tidak menyadari bahwa dirinya tengah dibuntuti oleh para pelaku begal tersebut.

“Malam itu saya gak nyangka kalau mau dibegal, karena para pelaku itu tidak mencurigakan. Apalagi penampilan mereka ini, terlihat rapi pakai kemeja begitu. Kalau wajahnya gak terlihat, soalnya para pelaku itu masih pakai helm,”ucap Sari kepada teraslampung.com, Rabu 18 April 2018.

Menurutnya, awalnya ia mengira, kalau para pelaku yang telah membegalnya tersebut adalah warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari Kampusnya. Mereka berjumlah empat orang, pakai sepeda motor jenis matic yang warnanya sama dengan sepeda motor miliknya.

Selanjutnya, kata Sari, sepeda motor yang memang sudah mengikuti dari arah belakang itu, tiba-tiba langsung mendahuluinya dan menghadang jalannya saat ia mau pergi main ke rumah temannya.

“Saat itu saya dari Jalan Pulau Sebesi mau menuju ke arah Jalan depan Kampus, lalu pelaku yang sudah mengikuti saya langsung potong jalan saya. Karena kaget, ya saya menghentikan laju sepeda motor saya,”ungkap mahasiswi yang tinggal kos di daerah Sukarame ini.

Pada saat itulah, lanjut Sari, ada satu orang yang dibonceng turun dan langsung merampas kunci kontak sepeda motornya. Tidak hanya itu saja, saat itu juga tiba-tiba dari arah belakang muncul satu motor lagi.

“Pelaku yang rampas kunci motor saya itu, langsung mengeluarkan golok dan mengancam supaya saya turun dari motor dan menyerahkannya. Takut terjadi apa-apa, ya saya serahkan saja motor saya sama pelaku,”bebernya.

Dikatakannya, usai kejadian itu, malam itu juga ia langsung melaporkan kasus pembegalan tersebut ke Mapolsek Sukarame.