Beranda News Nasional Ditolak Mahasiswa Papua, Fadli Zon Temui Gubernur Khofifah

Ditolak Mahasiswa Papua, Fadli Zon Temui Gubernur Khofifah

1439
BERBAGI
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

TERASLAMPUNG.COM — Mahasiswa Papua yang tinggal di asrama Surabaya menolak kedatangan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon dan beberapa anggota DPR dari daerah pemilihan Papua Barat. Akhirnya, Fadli memutuskan akan menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Fadli juga berujar ingin mengetahui secara langsung sejauh mana keterlibatan aparat keamanan dalam menangani mahasiswa, termasuk munculnya dugaan ujaran bernada rasial kepada mereka.

“Saya kira ini perlu ada investigasi. Karena masalah sensitif, dan di seluruh dunia memerangi itu. Tentu ucapan itu menyakitkan hati ” kata Fadli pada Rabu, 21 Agustus 2019 di Surabaya.

Iring-iringan mobil rombongan Fadli Zon dan kawan-kawan sebenarnya sudah tiba di depan asrama mahasiswa asal Papua. Turut dalam rombongan itu, anggota DPR asal Papua Barat yaitu Michel Wattimena, Jimmy Darmianus Ijie, Steven Abraham dan Willem Wandik.

Tetapi negosiasi agar mahasiswa mau menerima kedatangan wakil rakyat tak membuahkan hasil. Akhirnya mereka balik lagi. “Kami datang ke sini dengan maksud ingin mendengarkan langsung apa yang terjadi, baik dari adik-adik mahasiswa, Pemda Jawa Timur, Surabaya, Malang, dan pihak-pihak terkait,” kata Fadli Zon, Rabu, 21 Agustus 2019.

Menurut Fadli apa yang ia lakukan merupakan fungsi pengawasan DPR. Politikus Partai Gerindra itu ingin menggali informasi kepada pemda dan polisi ihwal bagaimana mereka membangun komunikasi dengan mahasiswa asal Papua selama ini.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDIP, Jimmy Darmianus Ijie, menuturkan hal lain yang perlu dijernihkan ialah ditemukannya bendera merah putih di selokan depan asrama mahasiswa Papua. Ia meminta aparat menyelidiki siapa yang melakukan itu. “Apakah mereka (mahasiswa) atau ada orang yang memprovokasi mereka. Ini tak terungkap dan memicu kekecewaan di Papua,” kata Jimmy.

Tempo.co

Loading...