Beranda Hukum Dituduh Menipu dan Palsukan Dokumen, Mantan Calon Wakil Bupati Lampung Tengah Dilaporkan...

Dituduh Menipu dan Palsukan Dokumen, Mantan Calon Wakil Bupati Lampung Tengah Dilaporkan ke Polda

385
BERBAGI
Surino bersama kuasa hukumnya Ansori saat menunjukkan bukti surat laporan Musa Ahmad mantan Wabup Lamteng ke Polda Lampung, Jumat (10/3/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Mantan calon wakil Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad dilaporkan ke Polda Lampung oleh Surino (43), warga Desa Yukum Jaya, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Jumat (10/3/2017) siang. Laporan bernomor STTPL/294/III/2017/lpg/SPKT tertanggal 10 Maret 2017 itu terkait dengan dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen,

Menurut Surino, kejadian tersebut bermula tahun 2013 silam, saat itu ia memiliki pinjaman uang di salah satu bank di Bandar Jaya. Karena tidak sanggup melunasi dan menunggak, pada 1 Juli 2013 Surino meminta bantuan dengan mantan Wakil Bupati (Wabup) Lampung Tengah, Musa Ahmad untuk menutupi pinjamnnya di bank tersebut senilai Rp 225 juta.

“Saya ada pinjaman di bank, karena macet saya minta tolong pak Musa bantu menutupi tunggakan dengan jaminan sertifikat tanah. Saya janji sama Pak Musa, setelah ada uang sertifikat itu akan saya tebus lagi dan Pak Musa setuju. Tapi saat itu, perjanjian sama Pak Musa hanya secara lisan saja,”ujarnya, didampingi kuasa hukumnya, Ansori,  saat di ruang Graha Jurnalis Polda, Jumat (10/3/2017).

Selanjutnya, kata Surino, pada 4 Juli 2013, ia dihubungi oleh Musa dan diminta untuk menemui salah satu notaris di Bandar Jaya. Saat ia mendatangi notaris tersebut, ternyata ia disodori akta peralihan hak dan balik nama atas sertifikat hak milik (SHM) yang diagunkan ke bank.

“Saya disodori  akta peralihan hak tanah. Saat itu saya menolak pinjam uang ke Pak Musa. Yang buat kaget lagi, sekitar September 2013, saya dapat informasi dari bank bahwa Pak Musa sudah melunasi pinjaman saya tanpa ada persetujuan dan korfirmasi saya,”ungkapnya.

Dikatakannya, ketiga sertifikat atau aset tanah beserta rumah miliknya tersebut adalah, sertifikat dengan nomor .339/Yk tanggal 23 September 1992, SHM No. 2904 tanggal 29 Oktober 2008 dan SHM 2632 Tanggal 03 Maret 2006. Ketiga aset tersebut berlokasi di Yukum Jaya, Lampung Tengah.

“Ketiga aset tersebut saat ini sudah dibalik nama Musa Ahmad, nilainya ditaksir kurang lebih mencapai sekitar Rp 1,2 miliar,”ujarnya.

Surino mengutarakan, November 2015 lalu, ia dihubungi oleh pihak bank swasta lainnya di Bandar Jaya. Bank tersebut menyatakan, bahwa dirinya memiliki sangkutan sebesar Rp 300 juta dengan jaminan ketiga sertifikat miliknya. Pinjaman uang tersebut, macet selama delapan bulan.

“Jadi ada hal aneh lagi, tiba-tiba saya dihubungi bank lain dan dibilang bahwa saya menunggak angsuran. Padahal, saya tidak pernah ada pinjaman di bank tersebut,”jelasnya.

Menurutnya, setelah ditelusuri ketiga sertifikat miliknya tersebut, sudah dipindah ke bank lain dijaminkan oleh Musa tanpa sepengetahuan dirinya sebagai pemilik sah ketiga sertifikat tersebut. Kemudian pada Selasa 7 Maret kemarin, salah satu rumah miliknya akan dieksekusi.

Sementara Ansori, kuasa hukum Surino, mengatakan kliennya datang ke Polda Lampung minta keadilan dan melaporkan Musa Ahmad mantan Wabup Lampung Tengah atas dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen. Musa dilaporkan karena hak-hak milik kliennya sudah diambil tanpa adanya pemberitahuan. Apalagi nilai aset yang diambil alih tersebut, melebihi dari nilai pinjaman kleinnya kepada yang bersangkutan (Musa Ahmad).

“Kalau Pak Musa bilang ada lelang dari bank, jika memang benar pasti ada pemberitahuan dari pihak bank ke pemilik sertifikat. Selain itu, ada pengembalian uang lebih, karena nilai pinjaman Surino ini hanya sekitar Rp 300 juta. Sedangkan nilai tiga aset milik Surino, mencapai sekitar Rp 1,2 miliar lebih,”ungkapnya.