Dituntut 7 Tahun Penjara, Albar Hasan Tanjung: Kasus Ini Pesanan!

  • Bagikan
Albar Hasan Tanjung

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Mantan Kadis Perhubungan Lampung, Albar Hasan Tanjung, menyebut, jika kasus dugaan korupsi yang menimpanya merupakan pesanan.

“Ini pesanan,” kata Albar, usai mendengarkan surat pembacaan tuntutan selama tujuh tahun penjara terkait dugaan korupsi senilai Rp 4,5 miliar dalam proyek perluasan Bandara Radin Inten II, di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu (14/12/2016).

Pria yang pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Way Kanan itu enggan menyebutkan apa dan siapa yang dimaksud dengan pesanan tersebut.

Albar mengaku tidak terima dengan tuntutan jaksa yang menuntut dirinya dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Ia mengaku tidak bersalah dalam kasus tersebut. Ia juga mengaku tidak menerima uang sedikit pun dari uang korupsi yang dituduhkan kepadanya itu.

Dikatakannya, bahwa tidak ada saksi yang menyebutkan namanya terlibat saat di persidangan.

“Kalau kalian semua lihat, di setiap persidangan kasus tersebut tidak ada saksi yang menyebutkan nama saya,”kata mantan Dandim Lampung Barat yang pernah menjadi profil di harian berbahasa Inggris, The Jakarta Post, itu.

Albar mengatakan, dalam perkara tersebut tidak ada kerugian negar. Hhal tersebut dikatakan Albar berdasar atas keterangan ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Agus Taufik.

“Menurut ahli, tidak ada kerugian negera, karena pengerjaannya sudah sesuai dengan volume. Kerugian negara tersebut, hanya berdasarkan hitungan BPKP yang datanya dari penyidik. Sudah jelas, kasus ini adalah pesanan!” tegasnya.

Saat disinggung siapa pesanan yang dimaksud dengan Albar, mantan Pj Bupati Way Kanan tersebut enggan menyebutkan dan langsung pergi menuju ruang tahanan pengadilan.

  • Bagikan