Beranda Hukum Kriminal Ditusuk Tiga Pemuda, Warga Desa Negara Agung Lampung Utara Tewas Bersimbah Darah

Ditusuk Tiga Pemuda, Warga Desa Negara Agung Lampung Utara Tewas Bersimbah Darah

84
BERBAGI
Jenazah Jauhari, Desa Negara Agung, Sungkai Jaya, Lampung Utara tewas bersimbah darah akibat tusukan senjata tajam saat di RSUD Ryacudu, Kotabumi.

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi--Jauhari (30), warga Desa Negara Agung, Sungkai Jaya, Lampung Utara tewas bersimbah darah akibat ditusuk dengan  senjata tajam salah seorang dari tiga pelaku saat duduk di depan rumah rekannya di desa tersebut, Minggu (8/11) sekitar pukul 20:30 WIB.

Belum diketahui pasti identitas ketiga pelaku yang diduga pembunuh Jauhari. Namun, berrdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga pemuda yang menusuk korban diduga  masih kakak – beradik yang berasal dari Desa Bumi Ratu, Sungkai Selatan.

Aini Wati (55), ibu korban saat ditemui di RSUD Ryacudu, Kotabumi menuturkan, ia sama sekali tak pernah memiliki firasat apa pun anak keempatnya ini akan menghembuskan nafas terakhirnya di kediaman rekan anaknya, Nizar.

“Setiap sore memang sering main ke sana (rumah Nizar,red). Tahu – tahu, malam ini, saya dapat kabar seperti ini,” katanya dengan terbata – bata.

Begitu mendengar kabar buruk tentang anaknya, ia lantas bergegas menuju lokasi. Setiba di lokasi, ia melihat anaknya telah tergeletak bersimbah darah di atas kursi tempat biasa anaknya bercengkerama dengan rekan – rekannya.

“Saya lihat anak saya sudah tergeletak di kursi dengan penuh darah,” tuturnya lirih.

Sesaat sebelum kejadian, tutur perempuan paro baya ini, putra keempatnya itu sedang bercengkerama dengan rekan – rekannya. Saat sedang ingin menghidupkan rokoknya, secara mendadak munculah tiga pelaku dengan mengendarai dua motor yang belakangan diketahui masih kakak – beradik. Kedua pelaku langsung melompat pagar menghampiri anaknya. Sementara satu pelaku masih di atas motornya di depan pagar.

“Kata mereka yang melihat kejadian itu, anak saya itu lagi mau merokok. Tiba – tiba datanglah dua pelaku yang melompat pagar dan langsung menusukan senjata tajamnya ke arah dada kiri anak saya. Satu pelakunya masih di luar pagar. Setelah itu, mereka langsung kabur,” terangnya lagi.

Aini Wati mengaku sama sekali tak mengetahui apakah antara anaknya dengan para pelaku memiliki permasalahan pribadi. Sebab, putranya itu baru empat hari pulang merantau dari Jakarta lantaran tak betah di perantauan.

“Saya enggak tahu (ada masalah atau tidak dengan pelaku). Anak saya itu baru pulang dari merantau Rabu kemarin,” katanya dengan