Beranda Seni Sastra DKL Helat Panggung Sastrawan Lampung Jilid II

DKL Helat Panggung Sastrawan Lampung Jilid II

208
BERBAGI

Alexander GB

BANDARLAMPUNG.COM — Setelah sukses menggelar Silaturahmi dan Panggung Sastrawan Lampung jilid I yang dihelat pada Selasa, 24/12/2013 di Gedung Olah Seni Taman Budaya Lampung. Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung (DKL) kembali menggagas pertemuan sastrawan Lampung Empat Generasi Jilid II, kegiatan ini adalah  respon atas banyaknya permintaan untuk menghelat even serupa.

Komite Sastra DKL mencoba memfasilitasi pertemuan empat generasi tersebut di satu panggung,  kali ini bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila. Rencananya kegiatannya dilaksanakan pada hari Sabtu (1 Februari 2014), bertempat di  Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) lantai I Universitas Lampung, mulai pukul 19.00 WIB s.d. selesai.

Konsep acara Panggung Silaturahmi Sastrawan Lampung Jilid II sedikit berbeda dari sebelumnya, selain pembacaan karya juga ada diskusi. Pada sesi diskusi menghadirkan pembicara: Ari Pahala Hutabarat (Editor & Penerbit Buku Hilang Silsilah) dan Ahmad Yulden Erwin (Penyair).

Ari Pahala Hutabarat mengatakan bahwa event ini selain untuk memberi kesempatan kepada sastrawan yang belum sempat hadir pada Silaturahmi Sastra I (Desember 2013), juga untuk mengobati kerinduan—karena minimnya kegiatan sastra akhir-akhir ini. Diharapkan Silaturahmi Sastra II mampu membangkitkan gairah dunia penulisan (sastra) di Lampung ke arah yang lebih baik (baik kualitas maupun kuantitas). Maka selain pembacaan kami juga akan mengadakan diskusi, ruang silaturahmi antara penulis dan pembacanya.

Generasi 80-an diwakili Asaroeddin Malik Zulqornain, Isbedy Stiawan ZS, dan Syaiful Irba Tanpaka. Generasi 90-an yang tampil antara lain Iswadi Pratama, Ahman Yulden Erwin, Ari Pahala Hutabarat, dan Udo Z. Karzi. Generasi 2000-an diwakili Inggit Putria Marga, Iskandar GB, dan Fitriyani, dan lain-lain.

Memang, jika ditinjau jejak sastrawan Lampung, Isbedy dan kawan-kawan bukanlah generasi pertama sastrawan Lampung. Sebab, sebelumnya sudah ada sastrawan Lampung yang namanya kemudian menasional, yaitu Motinggo Busye.Motinggo dikenal sebagai sastrawan terkemuka, sutradara teater, dan penulis lakon.

Selain Isbedy Stiawan ZS, Syaiful Irba Tanpaka, dan Asaroiddin Malik Zulqornain, pada barisan generasi 80-an sastrawan Lampung sebenarnya ada nama-nama lain. Di antaranya Iwan Nurdaya Djafar, Dadang Ruhiyat, Sugandi Putra, Djuhardi Basri, Sutarman Sutar, Christian Heru, Hasanuddin ZA, dll.

Sementara generasi kedua ada nama Juperta Panji Utama, Rifian Chepy, Ivan Bonang, dll. Sebagian di antara nama-nama itu tidak aktif lagi mempublikasikan karya-karyanya. Sementara beberapa sastrawan yang masih aktif, karena alasan tertentu tidak bisa hadir pada malam silaturahmi sastrawan jilid I.

Generasi 2000-an, selain Inggit Putria Marga, ada nama lain yang menonjol yaitu Jimmy Maruly Alfian, Dina Oktaviani, Agit Yogi Subandi, Lupita Lukman, dan Dyah Merta, dan mungkin masih banyak lagi penulis Lampung yang belum terpantau. Semoga dengan adanya kegiatan ini, mereka yang belum sempat tercatat itu bisa turut hadir dan menyemarakkan acara ini