DKP Lampung Bangun Dermaga Pemecah Ombak di TPI Kotaagung

  • Bagikan
Pembangunan dermaga pemecah ombak di TPI Kotaagung (Foto: Teraslampung.com/Siswanto)
Pembangunan dermaga pemecah ombak di TPI Kotaagung (Foto: Teraslampung.com/Siswanto)

TERASLAMPUNG.COM– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung membangun dermaga pemecah ombak (breakwater) model tiang pancang dengan panjang 36 meter dan lebar 2,25 meter dibangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Dermaga pemecah ombak yang dikerjakan CV Sahabat Utama dengan anggaran Rp3,835 miliar itu dibangun untuk mencegah abrasi, pendangkalan pantai di pelabuhan, dan menenangkan gelombang di pelabuhan TPI.

Breakwater ini berbeda dengan yang sudah pernah ada sebelumnya, meskipun masih satu garis dengan yang sudah ada,” kata Abdullah, pengawas lapangan dari CV Sahabat Utama, Rabu (29/9/2021).

Pada breakwater sebelumnya dibangun dengan material bebatuan. Namun, breakwater ini dengan tiang pancang.

“Bagian atasnya akan dicor dan dibuat saking terkait antartiang pancangnya,” katanya.

Abdullah mengaku, breakwater dengan tiang pancang tersebut hampir sama dengan yang ada di Pelabuhan Merak.

“Ini sebagai solusi dari masalah dampak break water dengan bahan batu berimbas pada beloknya arus laut dan menuju ke arah barat. Sehingga,  pada daerah bagian barat perairan Kota Agung daratannya mengalami abrasi. Hal itu akibat terjangan arus laut yang berbelok akibat terhadang break water batu,” katanya.

“Jadi dibuatkan pemecah ombak dengan tiang pancang. Ombak tetap pecah tapi arus lautnya tidak belok, tetap bisa lewat dia ntara tiang pancang,” tambahnya.

Dengan begitu, kata Abdullah, daratan sebelah barat tidak terdampak abrasi namun kekuatan ombak sekitar pelabuhan perikanan atau kolam pelabuhan berkurang.

Selama ini di lokasi tersebut cepat sekali mengalami pendangkalan sebagai akibat arus laut dan adanya beberapa muara sungai yang bermuara di sekitar perairan pelabuhan TPI Kotaagung. Sungai-sungai tersebut membawa material yang akhirnya berhenti di laut.

Siswanto

  • Bagikan