Beranda Views Kopi Pagi Doa Penghujung Waktu Sahur – 06

Doa Penghujung Waktu Sahur – 06

190
BERBAGI

Shobirienur Rasyid

tuhan, telah kulepas sebilah jemparing dari gendewa, bilah jemparing kelima untuk harapan yang sama
kerna rinduku pada malam yang kadarnya diatur rembulan
menjela-jela sepanjang siang

doa yang kuhafal bagai mantera kusampirkan pada setiap sembahyang
dari memohon hingga menuntut, dari ucap hingga lelap
dari jemparing pertama hingga kelima

:
para kelana senantiasa mengulang kembara, mencari yang sudah dicari, membeli yang sudah terbeli, menukar yang sudah tertukar
dan aku bukan kelana

para salik senantiasa mengulang mencari, jalan-jalan sepi yang begitu penuh hiruk-pikuk frekuensi, jalan-jalan ramai yang lengang jiwa tenang, jalan-jalan pribadi yang sunyi lurus menembus
dan aku bukan salik

aku hanyalah sisa dari masa depan yang segera hilang yang –entah memohon entah menuntut– padaku penuh beban masa lalu, sementara aku bukan Ibrahim kekasihmu, bukan Yakub yang memiliki berjuta lembar sabar, bukan Yusuf yang kuat menahan syahwat, bukan Sulaiman yang kaya dan jaya, bukan Daud yang perkasa
kerna aku lawan dari itu semua tapi aku ingin melampaui semua itu

maka telah kulepas bilah kelima dan akan kulepas juga yang lima untuk tujuan yang sama

.
Hari keenam Romadlon 1436 Hijri / 23 Juni 2015

Loading...