Beranda News Nasional Dokter Muda dari Metro Ini Direkrut Kelompok Islam Garis Keras?

Dokter Muda dari Metro Ini Direkrut Kelompok Islam Garis Keras?

229
BERBAGI
dr. Rica Tri Handayani bersama suaminya, dr. Aditya Akbar, dan anakmya (Zafran Ali Wicaksono). Foto: dok Facebook

YOGYAKARTA, Teraslampung.com — Dokter muda asal Kota Metro, Lampung, dr. Rica Tri Handayani, akhirnya ditemukan oleh tim kepolisian Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin pagi (11/1), di Bandara Iskandar, Pangkalam Bun, Kalimantan Tengah.

Ia  dan anaknya, Zafran Ali Wicaksono, ditemukam tim polisi dari Polda DIY saat hendak naik pesawat dari Pangkalan Bun menuju Semarang, Jawa Tengah. Kepala Unit Keamanan Negara Polda DIY, Ajun Komisaris Besar Ganda Saragih, pemimpin penjemputan, juga membawa dua orang yang “membawa” dokter asal Metro itu ke Kalimantan, yaitu Eko Purnomo dan dokter Venny yang juga diamankan dan dijemput oleh polisi.

Mereka kemudian dibawa ke Yogyakarta.Tiba di markas Polda DIY pada Senin sore pukul 15.46 WIB. Bersama tujuh orang lainnya, Rica kemudian diajak masuk polisi ke Mapolda.

Dokter alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Yogya itu masih banyak bungkam ketika ditanya polisi. Pihak Polda DIY juga belum bersedia memberikan banyakm keterangan lebih rinci tentang ditemukanya Rica dengan alasan kasus yang dialami Rica masih dalam penyelidikan.

Tidak seperti kasus orang hilang biasa–yang biasanya langsung diserahkan polisi ke pihak keluarganya–,Polda DIY tidak langsung membawa Rica kepada suaminya. Maklum,keterangannya masih sangat dibutuhkan polisi.

Ketika dibawa ke Polda, Rica juga tidak seperti layaknya orang hilang yang baru ditemukan. Polisi dari satuan Brimob dengan senjata lengkap,mengawalnya.

Kapolda DIY Brigken Erwin Triwanto menyebut Rica dan empat orang lainnya adalah korban rekrutmen pihak lain yang berdalih ingin menegakkan syariat Islam. Untuk mewawancarai para korban, kata Kapolda, pihaknya memerlukan bantuan psikolog.

“Ya, kami dapat bantuan psikolog untuk mewancarai lima korban,” kata Erwin.

Polisi menduga dokter muda itu ikut hijrah atau eksodus organisasi Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar. Indikasi kuatnya adalah kata-kata perpisahan yang ditulis Rica untuk suaminya.

Dalam surat yang ditulis tangan itu, Rica pamitan kepada suaminya, dr. Aditya Akbar, dan meminta maaf. Dalam surat yang diyakini oleh Aditya tidak semuanya ditulis sendiri oleh istrinya itu, Rica mengaku pergi bukan untuk bergabung dengan ISIS.

Rica mengaku akan pergi karena menurutnya perkembangan Islam saat ini tidak sesuai dengan akidah yang seharusnya. Rica mengaku pergi karena merasa bertanggung jawab untuk menegakkan kebenaran Allah dan berjuang di jalan Allah.

Rica diketahui hilang pada 30 Desember 2015 lalu. Suaminya kemudian melaporkan kasus hilangnya alumni SMPN Negeri 1 Metro itu ke Polda DIY pada 31 Desember 2016.

Menurut penelusuran pihak polisi DIY, dr. Ica sudah ikut organisasi Gafatar  sejak masih menjadi mahasiswa di UII Yogyakarta.

Dewi Ria Angela


Sumber: tempo/krjogja/DBS

Loading...