Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Dokter Spesialis RSU Ryacudu Kotabumi Berhenti Mogok Kerja

Dokter Spesialis RSU Ryacudu Kotabumi Berhenti Mogok Kerja

556
BERBAGI
Para dokter spesialis RSU H.M. Ryacudu Kotabumi mengeluarkan unek-unek‎nya kepada Penjabat Sekkab Lampung Utara saat rapat membahas aksi mogok mereka.
Para dokter spesialis RSU H.M. Ryacudu Kotabumi mengeluarkan unek-unek‎nya kepada Penjabat Sekkab Lampung Utara saat rapat membahas aksi mogok mereka, Rabu (15/1/2020).

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi — ‎Setelah nyaris tiga hari mogok kerja, para dokter spesialis Rumah Sakit Umum H.M. Ryacudu Lampung Utara akhir sepakat untuk menghentikan aksi mereka. Kesepakatan ini diambil usai rapat bersama dengan perwakilan Pemkab Lampung Utara di aula Siger Pemkab, Rabu sore (15/1/2020).

BACA: Tunjangan Bulanan Kerap Hangus, Dokter Spesialis RSUR Mogok Kerja

Dokter spesialis anastesi RSUD Raycudu Kotabumi, dalam pertemuan tersebut ada miss komunikasi kepada pemerintah daerah. Bukan karena uang yang dipermasalahkan. Melainkan Manajemen yang tidak bagus. Bahwa yang kompeten yang memimpin RSUD Ryacudu Kotabumi. “Setidaknya manajemen rumah sakit dipimpin dari dokter,” katanya.

“Besok sudah melakukan pelayanan seperti biasa. Bahkan sore ini kami sudah melakukan konsultasi dengan pasien,” jelas Joko Susilo selaku perwakilan dokter spesialis RSUR usai rapat.

Dokter spesialis anastesi ini mengatakan, hendaknya Pemkab Lampung Utara tidak lagi mengingkari janji mereka seputar pembayaran insentif bulanan seperti tahun – tahun sebelumnya. Mereka telah bosan dengan janji – janji seputar insentif, namun ternyata tidak ada kejelasannya.

“Kiranya insentif itu dapat dibayarkan insentif pada tahun 2020. Kami sudah sering dijanjikan mengenai insentif, tapi hilang tidak ada kejelasannya,” bebernya.

Selain berharap seputar kelancaran insentif‎, ia dan rekan sejawatnya mengharapkan adanya perbaikan dalam pengelolaan RSUR. Hal itu harus dilakukan supaya RSUR dapat lebih berkembang dan maju di masa mendatang.

BACA: Dokter Spesialis Mogok, RSU Ryacudu Kotabumi Berhenti Layani Pasien

“Manajemen harus lebih baik ke depannya karena ini untuk kita semua,” kata dia.

‎Di sisi lain, Penjabat Sekretaris Kabupaten Lampung Utara, Sofyan selaku pemimpin rapat menuturkan, pihaknya tidak dapat memenuhi tuntutan pembayaran sisa insentif bulanan tahun 2018 dan 2019. Alasannya, pembayarannya haruslah dilakukan di tahun yang sama.

“Mohon maaf, untuk kekurangan tahun 2018 dan 2019 tidak bisa dibayarkan karena tutup buku pada 31 Desember tiap tahun,” ‎urainya.

Untuk persoalan insentif tahun 2020, Sofyan mengatakan, ‎insentif itu telah dianggarkan untuk 12 bulan. Namun, ia meminta para dokter spesialis tersebut untuk juga memahami kondisi keuangan Lampung Utara yang cukup terbatas.

“Kepada dokter diharapkan dapat siap untuk bekerja aktif dan memberikan contoh kepada tenaga medis lainnya yang ada di rumah sakit,” imbaunya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUR, Syah Indra Husada Lubis berjanji akan membenahi manajemen RSUR sesuai dengan masukan atau saran yang disampaikan oleh para koleganya tersebut.

“Mengenai uang ‎jasa pelayanan, memang sudah masuk dua bulan, tapi karena akunnya pindah bank maka membutuhkan waktu untuk proses pencairannya,” jelas dokter spesialis kandungan itu.

Loading...