Dokumen Rusak dan Hilang Akibat Banjir, Forkopimcam Candipuro Bakal Terbitkan Ulang

Camat Candipuro, Ahmad Solatan (kanan) didampingi Kades Banyumas saat dirumah korban Mad Harif, salah satu korban meninggal dunia akibat tenggelam setelah terseret arus banjir.
Camat Candipuro, Ahmad Solatan (kanan) didampingi Kades Banyumas saat dirumah korban Mad Harif, salah satu korban meninggal dunia akibat tenggelam setelah terseret arus banjir.
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, LAMPUNG SELATAN–Banjir yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan beberapa hari lalu, mengakibatkan banyak kerugian. Selain kerugian  harta benda, banjir juga menyebabkan dua orang warga meninggal.

Dampak banjir itu juga, dirasakan warga karena rusak ataupun hilangnya dokumen berharga. Hal ini, tentunya menjadi salah satu fokus pihak-pihak terkait dalam penanganan bencana pasca banjir.

Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan akan membantu membuatkan berkas forensik dan penerbitan ulang dokumen-dokuemen penting milik warga yang rusak ataupun hilang akibat bencana banjir tersebut.

Desa yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Candipuro meliputi delapan desa. Yaitu  Desa Rantau Minyak, Sidoasri, Way Gelam, Cintamulya, Selapan, Banyumas, Beringin Kencana dan Sinar Pasmah. Dari delapan desa ini, desa terdampak banjir paling parah yakni Desa Banyumas dan Beringin Kencana.

Camat Candipuro, Ahmad Solatan, mengatakan terkait dokumen berharga milik warga yang rusak ataupun hilang akibat banjir, pihaknya sudah menyampaikan imbauan kepada Kepala Desa (Kades) yang wilayahnya terdampak banjir untuk melakukan inventarisir dan pendataan dokumen milik warga baik itu KTP, KK, Buku Nikah, Ijazah, atapun surat penting lainnya.

“Para Kades yang wilayahnya terdampak banjir, sudah saya minta untuk segera melakukan pendataan dokumen-dokumen penting milik warga yang rusak ataupun hilang akibat bencana banjir yang terjadi beberapa hari kemarin,”kata dia kepada teraslampung.com, Rabu (3/11/2022).

Selain itu, ia juga meminta kepada Kades yang wilayahnya terdampak banjir, untuk memerintahkan aparatur desa mulai dari Kaur, Ketua RW (Kadus), Ketua RT dan Linmas keliling desa menginformasikan kepada warga agar segera melaporkan apabila ada dokumen berharga rusak ataupun hilang akibat banjir tersebut.

Dikatakannya, seperti dokumen kependudukan KTP, KK dan Akta Kelahiran, diusulkan ke pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Kemudian dokumen seperti Ijazah, diusulkan ke Dinas Pendidikan dan dokumen sertifikat tanah diusulkan ke Badan Pertanahan Negara (BPN) Lampung Selatan.

“Nantinya, dokumen penting milik warga yang rusak ataupun hilang akibat banjir tersebut, akan kita ajukan ke Instansi terkait untuk diterbitkan ulang,”ujarnya.

Tidak hanya itu saja, kata Solatan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Polsek Candipuro Polres Lampung Selatan terkait dokumen surat kendaraaan bermotor seperti STNK, BPKP, SIM dan sertifikat tanah milik warga yang rusak ataupun hilang akibat banjir agar dibuatkan berkas forensik.

“Warga yang surat kendaraannya hilang ataupun rusak akibat banjir agar segera melapor, nantinya akan dibuatkan berkas forensik oleh pihak aparat kepolisian,”ungkap mantan Plt Kepala Puskesmas Rawat Inap Candipuro ini.

Dalam hal ini, lanjut Solatan, pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait dalam membantu warga terdampak banjir dan membuatkan berkas forensik dan penerbitan ulang dokumen-dokuemen penting milik warga yang rusak ataupun hilang akibat bencana banjir tersebut.

“Ini bentuk empati dan peduli kami (Forkopimcam) Candipuro, Pemda Lampung Selatan, kepolisian dan instansti terkait lainnya meringankan beban warga terdampak banjir,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, hujan dengan itensitas tinggi yang mengguyur beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung pada Rabu malam (26/10/2022) sekira pukul 22.00 WIB hingga Kamis (27/10/2022) pagi lalu, mengakibatkan ratusan rumah warga, beberapa fasilitas umum, rumah ibadah serta sejumlah ruas jalan utama terendam banjir.

Akibat cuaca ekstrem tersebut, empat korban warga Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Candipuro dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam setelah terseret arus banjir.

Keempat korban meninggal dunia itu adalah, dua orang kakak beradik warga Dusun Sukamandi, Desa Sukamaju, Kecamatan Sidomulyo bernama Halimah usia 14 tahun dan Romlah usia 12 tahun. Keduanya tewas tenggelam setelah terseret arus banjir ketika sedang bermain di sawah tidak jauh dari rumahnya, pada Kamis (27/10/2022) pagi.

Kemudian dua korban lainnya yakni laki-laki paruh baya warga Dusun Tasik, Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro bernama Royani (49) dan Mad Harif (57). Peristiwa nahas itu terjadi, saat keduanya tengah mencari ikan di areal pesawahan dan tiba-tiba terseret arus banjir akibat luapan air sungai Way Ketibung dan Way Kalang menuju ke Way Sekampung, Kamis (27/10/2022) sore.

Berdasarkan informasi yang diterima teraslampung.com, rumah yang terdampak banjir di Kecamatan Sidomulyo seperti Desa Sidodadi sebanyak 140 rumah, Desa Suak 60 rumah, Desa Sukamaju 42 rumah, Desa Kota Dalam 80 rumah, Desa Talang Baru 78 rumah dan puluhan rumah lainnya di Desa Sukabanjar.

Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga merendam ratusan hektar lahan pertanian dan beberapa akses jalan utama penghubung di Kecamatan Sidomulyo, Candipuro, Katibung dan sebaliknya tidak bisa dilalui kendaraan karena ketinggian air mencapai 80 cm hingga 1 meter.

Sementara rumah dan areal persawahan yang terdampak banjir dari beberapa desa di Kecamatan Candipuro, sebanyak 394 rumah dan 390 hektar persawahan. Ratusan permukiman warga dan areal pesawahan ini terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, 2 meter hingga 3 meter.

Desa terdampak banjir paling parah di Kecamatan Candipuro, yakni Desa Banyumas dan Desa Beringin Kencana. Warga dari kedua desa itu, dievakuasi oleh tim SAR gabungan menggunakan perahu karet di dua tempat pengungsian yakni Kantor Desa Banyumas dan gedung muslimat komplek Masjid Roudhatul Hidayah Desa Beringin Kencana. Ada sekitar 890 warga yang mengungsi, mulai dari lensia, remaja, dewasa, anak-anak hingga balita.

Tim SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi warga terdampak banjir, yakni Tim Rescue Pos SAR Bakauheni, Polres Lampung Selatan dan Jajaran (Polsek), Polairud Polres Lampung Selatan, Kodim 0421 Lampung Selatan, BPBD, PMI, Dinas Damkar dan Penyelamatan Lampung Selatan, TAGANA Lampung Selatan, FRRL Lampung serta warga setempat.

Zainal Asikin