Beranda Ruwa Jurai Lampung Timur Dompet Dhuafa Lakukan Pemberdayaan Kampung Ternak di Sindanganom Lamtim

Dompet Dhuafa Lakukan Pemberdayaan Kampung Ternak di Sindanganom Lamtim

663
BERBAGI
Kepala Cabang Dompet Dhuafa Lampung Umaruddinul Islam menyerahkan kambing kepada peternak di Desa Sindanganom, Sekampung Udik, Lampung Timur.

TERASLAMPUNG.COM — Dompet Dhuafa Lampung melakukan pemberdayaan kampung ternak di Desa Sindanganom, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur.

Menurut Pimpinan Cabang (Pincab) Dompet Dhuafa Lampung,  Umaruddinul Islam, sejak tahun 2013 pihaknya sudah memberikan bantuan 5 ekor kambing kepada 40 orang peternak.

“Kampung ternak mandiri adalah program permbadayaan masyarakat tujuannya adalah menebar hewan kurban. Untuk melayani masyarakat yang ingin kurban kambing bukan hanya Lampung tapi juga melayani sampai Jakarta dan Bandung,” jelasnya saat menyerahkan bantuan kambing kepada peternak di Desa Sindanganom, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, Rabu, 27 Maret 2019.

Menurutnya setiap lebaran haji permintaan kambing korban untuk wilayah Jakarta dan Bandung mulai dari 1.000 sampai 1.500 ekor.

“Kalau Lampung masih kecil permintaan ke kami, yang cukup besar dari Jakarta dan Bandung,” katanya.

Dia menjamin hewan kurban dari Dompet Dhuafa terjamin kesehatannya sebab dua bulan sebelum lebaran haji semua hewan di cek kesehatannya.

“Untuk layak kurban dua bulan sebelumnya di cek kesehatannya oleh mantri hewan setempat,” jelasnya.

Seorang peternak kambing Desa Sindanganom Walsono mengungkapkan manfaat bantuan kambing bagi keluarganya.

“Untuk menutupi biaya SMK anak saya, saya gak perlu nyicil lagi cukup jual satu kambing saya bisa nutupin biaya sekolah anak saya setahun,” jelasnya.

Dia menjadi mitra Dompet Dhuafa sejak tahun 2013 mulainya 5 ekor kambing jantan, kemudian tahun 2016 dibantu kambing betina untuk pengembangbiakan.

“Tadinya lima ekor untuk melayani hewan kurban, selanjutnya tahun 2016 dikasi yang betina supaya kami bisa beternak dan sekarang di kandang saya ada 8 ekor kambing,” jelasnya.

Di Desa Sindanganom pakan bagi peternak kambing cukup tersedia. Kendala bagi peternak menurut Walsono penyakit kejang-kejang yang hingga kini belum ditemukan masalahnya.

“Kami menyebutnya penyakit stroke. Biasanya menyerang kambing usia 2 sampai 5 bulan. Cirinya kambing kejang-kejang dan tidak dapat berdiri,” ungkap Walsono.

Dandy Ibrahim