Beranda News Internasional Donald Trump Larang Joe Biden Akses Surat Ucapan Selamat Menang Pemilu

Donald Trump Larang Joe Biden Akses Surat Ucapan Selamat Menang Pemilu

188
BERBAGI
Donald Trump

TERASLAMPUNG.COM–Calon petahana Pilpres Amerika Serikat,  Donald Trump,masih belum rela Joe Biden disebut menang dalam Pemilu AS. Salah satu buktinya, Trump satunya, melarang Joe Biden mengakses surat-surat ucapan selamat yang ditujukan kepadanya via Kementerian Luar Negeri AS.

Biasanya, Kementerian Luar Negeri AS memfasilitasi segala bentuk komunikasi antara Presiden Amerika Terpilih dengan kepala-kepala negara tetangga. Hal tersebut, selain untuk faktor keamanan, juga untuk mempermudah komunikasi dengan pemimpin yang tidak bisa berbahasa Inggris. Namun, karena hasil Pemilu AS tahun ini dipermasalahkan oleh kubu Trump, Joe Biden terpaksa menggunakan jalur komunikasi pribadi dahulu.

“Mereka (tim Joe Biden) sesungguhnya lebih memilih komunikasi dengan fasilitas Kementerian Luar Negeri,” ujar salah seorang sumber di Pemerintahan Amerika, dikutip dari CNN, Kamis, 12 November 2020.

Menurut laporan CNN, ada puluhan surat untuk Joe Biden yang masih tertahan di Kementerian Luar Negeri. Mengingat Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo pun tidak mengakui hasil Pemilu AS, maka kemungkinan akan lama hingga Joe Biden bisa mengakses surat-surat itu.

Joe Biden tidak hanya dilarang mengakses surat-surat yang ditujukan kepadanya via Kementerian Luar Negeri, tetapi juga dilarang menerima laporan intelijen harian. Padahal, laporan itu penting sifatnya untuk mengetahui kondisi-kondisi terkini terkait Pemerintahan Amerika. Alhasil, Joe Biden berpotensi harus mengejar ketinggalan apabila gugatan atas Pemilu AS berlangsung lama.

Presiden Joe Biden mengadakan pertemuan virtual dengan anggota Dewan Penasihat penyakit virus korona (COVID-19) di Wilmington, Delaware, 9 November 2020. Biden juga memuji kemajuan Pfizer menuju vaksin COVID-19 REUTERS/Jonathan Ernst

Anggota tim transisi mantan Presiden Barack Obama, Denis McDonough, menyebut pengalamannya berbeda dengan apa yang dialami tim transisi Joe Biden. Ia berkata, transisi dari mantan Presiden George W. Bush ke Barack Obama jauh lebih mulus, tak terkecuali Kementerian Luar Negerinya.

“Saat itu sangat membantu ada Kementerian Luar Negeri yang memfasilitasi komunikasi dan menyediakan jasa alih bahasa (untuk Presiden Amerika Terpilih). Kami sangat menghargaai kooperasi dari administrasi Bush,” ujar McDunough.

McDunough mengatakan, situasi saat ini tidak terlalu merugikan Joe Biden. Sebab, Joe Biden masih diperbolehkan berkomunikasi dengan jalur pribadi. Apalagi, kata ia, apa yang diterima Joe Biden adalah ucapan-ucapan selamat.

Menanggapi kabar yang beredar, Kementerian Luar Negeri Amerika membenarkan bahwa mereka belum bisa memberi akses kepada Joe Biden. Namun, mereka menjamin segala fasilitas dan sumber daya Kementerian Luar Negeri sudah siap membantu Joe Biden begitu ada lampu hijau.

Tim transisi Joe Biden, dalam keterangan persnya, menyatakan hal senada. Untuk sementara waktu, mereka akan menggunakan apapun yang bisa dipakai oleh Joe Biden. Selain itu, semua percakapan atau komunikasi dengan negara tetangga didokumentasikan.

Sebagai catatan, ketika Donald Trump menjadi Presiden Amerika pada Pemilu AS 2016, ia juga tidak memakai fasilitas Kementerian Luar Negeri. Namun, hal itu bukan karena dilarang, tetapi karena Donald Trump memilih untuk tidak memakai. Donald Trump memilih berkomunikasi dengan kepala negara-negara tetangga lewat telepon pribadinya di Trump Tower.

ISTMAN MP | CNN | TEMPO