Dongeng Poedjono Pranyoto Tentang Pelukis yang Bijaksana

Poedjono Pranyoto. Foto: datatempo.co
Poedjono Pranyoto. Foto: datatempo.co
Bagikan/Suka/Tweet:

Oleh: Bagus Avip Pribadi

Innalillahi wa inaillaihi rojiun. Saya berduka cita. Hari ini (2/12/2021), sosok yang humble, selalu ceria dan dekat dengan semua kalangan meninggal dunia. Ya, mantan Gubernur Lampung Poedjono Pranyoto telah berpulang tadi pagi di kediamannya di Cipete, Jakarta Selatan. Semoga amal ibadahnya diterima Alloh SWT. Amiiiin.

Pak Poedjono Pranyoto dikenal dekat dengan banyak kalangan. Ia pernah menasehati saya lewat cerita²nya bagaimana menjadi bijak.

Pada pertengahan 1994, pada suatu kesempatan Pak Poedjono Pranjoto, Gubernur Lampung kala itu, memanggil saya ke rumah dinas Gubernur Lampung atau Pendopo Gubernur (sekarang bernama Mahan Agung). Kami berbincang santai seputar kesenian.

Sambil ngopi berdua, obrolan mengarah ke mana-mana, dari keroncong hingga jazz, dari batik hingga tapis. Tentu saja ini bukanlah perbincangan cerdas seperti halnya perbincangan para cerdik pandai.

Kala itu beliau hanya mengenakan kaus oblong dan kain sarung. Mungkin hal itu karena beliau  tidak ingin saya grogi ngobrol empat mata dengan seorang gubernur. Hingga tiba saatnya dia ‘mendongeng’ tentang seorang seniman yang beliau sebut “Pelukis yang Bijaksana”. Dan inilah hal yang paling saya ingat dalam obrolan itu.

Beliau pun mendongeng: Alkisah hiduplah seorang raja dengan kondisi mata kiri buta. Raja minta dibuatkan lukisan wajahnya. Lalu dipanggillah seorang pelukis,

“Wahai pelukis, coba buatkan lukisan wajah saya! Buatlah sesuai dengan cita rasamu sebagai seorang seniman!” kata Raja.

Sang pelukis berpikir keras. Apa yang harus ia perbuatan dengan kondisi raja seperti itu? Kalau dilukis apa adanya, bisa jadi raja akan tersinggung melihat wajahnya dengan mata buta. Bila ia lukis wajah raja dengan sempurna, dengan mata yang lengkap, ia yakin raja akan lebih murka karena tak sesuai dengan realita, mungkin raja akan merasa lebih dilecehkan.

Satu bulan berlalu. Lukisan pun akhirnya jadi. Raja memandangi kagum lukisan yang diberi keterangan “Lukisan Raja sedang membidikkan anak panah dan busurnya”….