Beranda Hukum DP Rumah Rp509 Tak Dikembalikan, PT BAS Digugat

DP Rumah Rp509 Tak Dikembalikan, PT BAS Digugat

272
BERBAGI
Silvi dan suaminya Anton

TERASLAMPUNG.COM — Kantor hukum Abi Hasan Mu’an dan rekan menggugat secara perdata PT Bukit Alam Surya (BAS) yang diduga melakukan wanprestasi terhadap kliennya, Silvi.

Abi Hasan Mu’an mengungkapkan sebelum melayangkan gugatan ke PN Tanjangkarang pihaknya melakukan somasi ke PT BAS developer perumahan Bukit Alam Residence karena kliennya meminta pengembalian down payment (DP) sebesar Rp 509 juta untuk pembelian rumah tidak ditanggapi pihak PT BAS.

“Kami sudah melakukan somasi tapi jawaban dari bagian legal PT BAS mengecewakan. Akhirnya pada tanggal 17 Juni 2019 yang lalu kami mendaftarkan gugatan perdata ke PN. Tanjungkarang,” jelas Abi Hasan di kantornya, Kelurahan Gotong Royong, Bandarlampung, Jumat (28/6/2019).

Kantor hukum Abi Hasan Mu’an dan rekan dalam gugatan perdatanya meminta ganti rugi kepada PT. BAS sebagai pengelola Bukit Alam Residence membayar Rp 3 miliar kepada kliennya Silvi serta meminta membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 2 juta setiap hari atas keterlambatan isi putusan ini.

“Kami menilai klien kami (Silvi) dipermainkan atas tidak dijalankannya isi perjanjian yang berakibat klien kami harus menanggung beban psikologis dan terganggunya pikiran dia karena PT. BAS wanprestasi,” jelas Abi Hasan Mu’an.

Sementara itu Selvi yang di dampingi suaminya Anton menjelaskan pada tahun 2012 dia berniat membeli rumah di Bukit Alam Surya (di atas Bukit Camang) rumah type Diamond blok H.01 luas 420m2.

Sebagai tanda jadi, selanjutnya Silvi menyetorkan uang ke Marketing Bukit Alam Surya Residence yang bernama Leni uang sebesar Rp 15 juta.

“Saya ditunjukkan lokasinya dan saya setuju karena viewnya bagus harga Rp 1, 69 juta. Kewajiban saya selanjutnya membayar DP yaitu 30 persen dari harga rumah.”

“DP pertama saya bayar Rp 241 juta . Berikutnya saya bayar lagi Rp 253 juta pada tanggal 21 November 2012. Berarti kewajiban saya untuk melunasi DP 30 persen dari nilai rumah sudah saya jalankan,” jelas Selvi.

Pada tahun 2014 PT BAS dan Silvi melakukan perikatan jual beli harga tanah di Bukit Camang itu sebesar Rp 1,8 juta/meternya dalam perjanjian juga disebutkan pematangan lahan memakan waktu 3 tahun dan pasal-pasal lainnya termasuk jika terjadi kegagalan dalam mengurus KPR.

“Saya mengurus KPR ke Bank Panin, bank yang melakukan kerjasama dengan PT BAS. Permasalahan mulai muncul saat KPR saya ditolak tanpa alasan oleh bank. Pihak bank malah menawarka ke saya untuk mengambil ruko,” jelas pengusaha jasa boga (katering) itu.

Sesuai dengan kesepakatan antara dirinya dengan PT. BAS jika terjadi kegagalan memperoleh KPR pihak Bukit Alam Residence akan mengembalikan DP yang sudah disetorkan tanpa ada pemotongan.

“Saya tagih PT BAS jawaban mereka akan membayar tapi dengin dicicil tanpa keterangan kapan mulainya. Akhirnya jalan terbaik adalah saya gugat,” tegas Silvi.

Marketing Bukit Alam Surya Residence Leni dimintai konfirmasinya melalui aplikasi whatsapp sampai berita ini diturunkan tidak menjawab.

Dandy Ibrahim

Loading...