DPR Putuskan Pilkada Dilakukan Melalui DPRD

  • Bagikan

Bambang Satriaji/Teraslampung.com

Kericuhan saat rapat paripurna DPR RI, Kamis tengah malam (25/9). FotoL dok suara.com

JAKARTA–Rapat paripurna DPR untuk mengesahkan RUU Pemilihan Kepala Daerah akhirnya memutuskan kepala daerah dipilih oleh DPRD. Rapat untuk memutuskan opsi pilkada langsung atau pilkada melalui DPRD  yang berlangsung alot, beberapa kali diskors, dan diwarnai kericuhan itu berlangsung hingg Jumat dini hari sekitar pukul 01.45 WIB.

“Memutuskan, untuk substansi ini, adalah pilihan (kepala daerah) lewat DPRD,” kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, sambil mengetukkan palu tanda keputusan itu sah, Jumat (26/9/2014) dini hari.

Sebelumnya, para anggota DPR RI itu berdebat tentang sistem pilkada berdasarkan dua opsi. Opsi ketiga yang ditawarkan Fraksi Demokrat, yakni pilkada secara langsung dengan 10 catatan absolut, tidak diakomodasi fraksi lain dengan alasan secara teknis tidak ada cara untuk memasukkan usulan tersebut dalam draf RUU Pilkada.

Dengan alasan usulannya ditolak fraksi lain dan tidak ada tempat bagi Fraksi Demokrat menentukan pilihan, juru bicara Fraksi Demokrat, Benny K. Harman, menyatakan fraksinya memilih netral dan walk out dari ruang sidang.

Meski tidak semua anggota Fraksi Demokrat meninggalkan ruang sidang, keluarnya Fraksi Demokrat memperlebar jalan bagi kemenangan fraksi yang mendukung pilkada oleh DPRD. Yakni Fraksi Golkar, Gerindra, PKS, PAN, dan PPP.

Dalam voting terbuka, anggota DPR RI yang memilih pilkada langsung sebanyak135 orang,  yang memilih pilkada lewat DPRD 226 orang, sehingga total 361 suara.

Di antara suara pendukung pilkada langsung terdapat 11 anggota dari Fraksi Golkar. Mereka antara lain Nudirman Munir, Oheo Sinapoy, Poempida Hidayatullah, Agus Gumiwang, Nusron Wahid, Zainudin Amali, dan Chairuman Harahap.

Beberapa anggota Fraksi Demokrat juga ada yang mendukung pilkada langsung. Antara lain adalah Gede Pasek Suardika.

  • Bagikan