DPRD Kota Bandarlampung Rekomendasikan PT Sumber Niaga Ditutup

  • Bagikan
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Komisi I DPRD Kota  Bandar Lampung merekomendasikan kepada pihak Pemerintah Kota Bandarlampung untuk menghentikan dan menutup  usaha  PT Sumber Niaga. Menurut anggota Dewan, perusahaan yang bergerak di bidang usaha batcing plan (produsen beton) milik Nuryadi alias Ataw tersebut tidak mengantongi izin usaha sejak 2012.
Ketua Komisi I DPRD Bandarlampung, Dedi Yuginta,  menegaskan rekomendasi segera dikirim kepada Pemkot Bandarlampung agar segera bisa dieksekusi.
“Usai inspeksi  mendadak (sidak) di tempat usaha tersebut, kami langsung membuat suratnya. Kami rekomendasikan untuk ditutup,” tegas Dedi Yuginta, di lokasi sidak,Kamis (13/11)
Dedi berpendapat, penutupan lokasi usaha PT. Sumber Niaga ini dilakukan selain tidak mengantongi izin,lahan yang di jadikan lokasi usaha itu di duga hasil penyerbotan lahan oleh Ataw terhadap pemilik yang sah yakni Soni.
“Dalam hearing tadi (13/11) sudah kita ketahui bahwa pihak BPN juga telah mengeluarkan sertifikat atas nama Soni. Artinya, sudah sah bahwa lahan di atas PT Sumber Niaga itu adalah milik Soni. Walaupun pihak PT Sumber Niaga  masih mengajukan gugatan ke PTUN, tetapi kami fokus bahwa usaha ini tidak ada izin,” terangnya.
Dedi menambahkan, pihak Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) ketika dikonfirmasikan oleh Komisi I mengakui jika tidak pernah menerbitkan izin usaha atas nama PT.Sumber Niaga tersebut.
“Jelas usaha itu melanggar. Kami memastikan akan mendesak Pemkot untuk segera menutup usaha ini,” tandasnya.
Sementara, pemilik lahan, Sony, menegaskan dirinya sudah banyak merugi akibat lahanya dikuasasi pihak lain.
“Saya menginginkan agar usaha ini ditutup dan bangunan diatas lahannya di bongkar. Saya tidak akan banyak menuntut ganti rugi. Saya hanya ingin bangunan diatas lahan saya di bongkar dan usaha ini ditutup,” kata dia.
Seto, staf Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung, mengatakan lahan tersebut sebagian adalah kepemilikan sertifikat milik Sony.
“Kalau luas lahannya saya lupa, tapi kami memang sudah keluarkan sertifikat atas nama Soni,” kata Seto 
Di sisi lain, Plt Kepala Badan Penanaman Modal Perizinan (BPMP) Kota Bandarlampung, Fachroedin, mengatakan usaha PT Sumber Niaga tidak ada izin apa pun.
“Kami BPMP tidak pernah mengeluarkan izin prinsip apa pun. Apalagi, izin-izin lainnya. Yang jelas, kalau mau ditutup kami siap, karena Pemkot juga sudah merugi karena tidak ada PAD yang masuk atas usaha tersebut,” jelasnya.

Rizki

Editor: Mas Alina
  • Bagikan