DPRD Kota Bandarlampung Setujui Rapeda APBD-P 2021

  • Bagikan
Sidang Paripurna Pembicaraan Tingkat II  di ruang sidang utama gedung DPRD, Rabu,  29 September 2021
Sidang Paripurna Pembicaraan Tingkat II  di ruang sidang utama gedung DPRD, Rabu,  29 September 2021

TERASLAMPUNG.COM — DPRD Bandarlampung menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Bandarlampung tahun 2021 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Sidang Paripurna Pembicaraan Tingkat II  di ruang sidang utama gedung DPRD, Rabu,  29 September 2021

Walikota Eva Dwiana menyambut baik dukungan dari DPRD itu. Menurutnya,  seluruh program dan kegiatan yang sudah dianggarkan merupakan program yang memiliki skala prioritas untuk masyarakat Kota Bandarlampung.

“Kegiatan yang akan dikerjakan ini merupakan skala prioritas, untuk itu masukan dan saran serta rekomendasi dari Badan Anggaran (Banang) akan menjadi perhatian bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” katanya.

Eva Dwiana mengingatkan kepada OPD di Lingkungan Pemkot Bandarlampung walikota untuk melaksanakan program dan kegiatan dengan efektif mengingat waktunya pendek.

“Kepada seluruh OPD yang akan melaksanakan program dan kegiatan diharapkan dapat mengutamakan prinsip efisiensi dan efektif, dengan selalu berpedoman pada ketentuan pengelolaan keuangan yang berlaku serta mempertimbangkan waktu yang tersisa sampai 31 Desember,” ujar Walikota Eva Dwiana.

Sebelumnya, anggota Banang Agusman Arief mengatakan kesimpulan Rancangan Perda APBD-P Kota Bandarlampung tahun 2021 telah dibahas dengan baik ditingkat komisi maupun sinkronisasi dan harmonisasi pada tingkat Banang dan Tim Anggaran Pemkot serta pendapat akhir fraksi.

“Banang menyimpulkan bahwa Raperda Perubahan APBD Kota Bandarlampung Tahun Anggaran 2021 telah memenuhi prinsip penyusunan anggaran yang rasional, terukur dan telah mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Sedangkan untuk pembiayaan daerah, Agusman Arief mengatakan, penerimaan pembiayaan Rp170,815 miliar lebih, pengeluaran pembiayaan Rp131 milyar dan pembiayaan netto Rp39,815 miliar lebih.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan