Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung DPRD Kota Minta SMPN 2 Batalkan Rencana “Study Tour” dengan Dana Komite

DPRD Kota Minta SMPN 2 Batalkan Rencana “Study Tour” dengan Dana Komite

483
BERBAGI
Ilustrasi uang/Tempo
ilustrasi/tempo

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Kasus gagalnya rencana ‘study tour’ para siswa dan guru SMPN 2 Bandarlampung ke Bali, beberapa hari lalu, menguak problem lain di SMPN yang disebut-sebut sebagai sekolah favorit di Kota Tapis Berseri. Setelah gagal berangkat karena uang ratusan juta rupiah dibawa lari perusahaan travel, kini pihak sekolah berencana tetap melanjutlan program tersebut dengan dana lain.

Rencananya, study tour ke Bali tetap akan dilakukan, yakni pada 2 hingga 5 Januari 2015. Sebanyak 136 siswa yang beberapa hari lalu gagal berangkat, direncanakan agar diberangkatkan. Baca: Agen Wisata Jie Tour Diduga Tipu Siswa SMPN 2 Bandarlampung Rp 346 Juta

Namun, rencana itu ditentang Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung. Anggota Komisi IV DPRD Bandarlampung, Imam Santoso, meminta SMPN 2 Bandar Lampung membatalkan rencana study tour tersebut karena sumber uangnya berasal dari dana Komite Sekolah dan  pemotongan honor  guru.

“Hal itu tidak adil bagi para guru dan  menganggu aktifitas belajar mengajar. Belum lagi keberangkatan dilakukan saat aktivitas KBM sudah berlangsung,” kata Anggota Komisi IV DPRD Imam Santoso, Selasa (23/12).

Ia berpendapat,seharusnya ada cara lain yang bisa dicarikan jalan keluar yang tidak merugikan pihak lain. Karena di SMPN 2 Bandarlampung jumlah muridnya cukup banyak, jauh lebih besar dari mereka yang akan berangkat ke Bali.

Akibat penipuan tiket pesawat dari Jie Tour & Travel yang membatalkan study tour siswa SMP Negeri 2 Bandar Lampung, pihak SMPN 2  bersama wali murid,sepakat  136 siswa akan tetap study tour ke Bali. Dana diambil dari kas komite sekolah dan pemotongan honor para guru.

Menurut Kepala SMPN 2 Bandar Lampung Euis Tati Darnati   136 siswa tetap berangkat ke Bali pada 5 Januari mendatang. Pihak sekolah,  akan mencarikan donatur, pemotongan honor guru, dan mengambil dana dari kas komite SMPN 2 Bandarlampung.