DPRD Lampung Utara Kritik Pemangkasan Pohon Mahoni di Pinggir Jalan Utama

  • Bagikan
Pohon-pohon mahoni di Jalan Perwakilan Kotabumi tampak "ramping" setelah dipangkas Dinas Tata Kota. (Foto Teraslampung.com/Feaby)
Pohon-pohon mahoni di Jalan Perwakilan Kotabumi tampak "ramping" setelah dipangkas Dinas Tata Kota. (Foto Teraslampung.com/Feaby)

Feaby Handana  | Teraslampung.com

KOTABUMI--Dinas Tata Kota (Distako) Lampung Utara (Lampura) berjanji akan selalu
memantau pertumbuhan pepohonan mahoni peneduh jalan di sepanjang Jalan Perwakilan, Kotabumi pascapemangkasan. Pernyataan pihak Dinas Tata Kota (Distako) ini dilontarkan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Distako dengan Komisi III DPRD setempat, Rabu (26/11/20215).

Rapat dengar pendapat i sempat berjalan sengit. Dalam RDP tersebut, pihak Komisi III DPRD Lampura mendesak pihak Distako untuk memberikan garansi atau jaminan bahwa pepohonan bersejarah pada sepanjang jalan itu tak akan mati akibat penggundulan yang telah dilakukan. Tak hanya menyoroti persoalan penggundulan pepohonan dimaksud, sejumlah legislator yang tergabung dalam Komisi III juga mempertanyakan ihwal kayu hasil pemotongan pepohonan tersebut.

“Kami hanya minta garansi atau jaminan dari Kepala Dinas Tata Kota bila pepohonan disana (jalan Perwakilan) enggak akan mati setelah digunduli seperti itu,” tegas Ketua Komisi III DPRD, Nurdin Habim dalam Rapat.

Menurutnya, pepohonan di pinggir jalan protokol Kotabumi tersebut merupakan pepohonan yang sarat nilai sejarahnya bagi Kabupaten Lampura. Seharusnya, kata Nurdin,  pepohonan tersebut dilestarikan. Jika pun khawatir akan menimpa pengguna jalan saat musim penghujan maka seyoiyanya Distako hanya memangkas bagian – bagian pepohonan yang berpotensi menimbulkan bencana dimaksud dan bukan sebaliknya.

“Sejak tahun 1898, pohon itu sudah berdiri. Kalau memang mau dirapihkan, silakan pangkas bagian- bagian yang berpotensi membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Komisi III, Dedy Andrianto menyatakan penggundulan pepohonan itu membuat wajah Kota Kotabumi menjadi tidak sedap dipandang mata. Menurut penilaiannya, selain tidak memperhatikan unsur estetika, pihak Distako juga menganggap remeh nilai sejarah pepohonan itu.

“Yang punya pepohonan mahoni tua itu hanya Metro (Lampung Tengah) dan Kotabumi. Makanya, kita minta ada garansi dari Distako agar pohon itu tetap hidup nantinya,” sergah dia.

Politisi muda besutan Sutiyoso ini juga mempertanyakan ihwal keberadaan kayu hasil penggundulan pepohonan disepanjang jalan tersebut. “Hasil penebangan pohon – pohon itu ke mana?”imbuhnya.

D sisi lain, Kepala Distako, Mahendra pun berjanji akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) untuk memantau pertumbuhan pepohonan yang selama dua pekan terakhir menjadi perbincangan hangat pada setiap elemen masyarakat termasuk kalangan legislatif.

Menurut Mahendra, sisa kayu pemotongan pepohonan di sepanjang jalan tersebut selain disimpan dihalaman Dinas Pekerjaan Umum tapi juga diberikan kepada warga yang meminta.

“Kami akan berkoordinasi dengan  Dinas Pertanian dan Peternakan  tentang teknis pelestariannya (pohon) dan akan terus kita pantau pertumbuhannya,” kata dia.

Hilangkan Ciri Khas Kotabumi

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat mengkritik keras kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara yang memangkas habis pepohonan peneduh jalan yang berada dijalan Perwakilan, Kotabumi. Pasalnya, kebijakan yang tidak cukup populis ini dinilai akan menghilangkan ciri khas utama pusat kota Kotabumi, sebagai salah satu kota tua diprovinsi Lampung.

Selain itu, pemangkasan atau yang lebih tepatnya penggundulan pepohonan tua jenis Mahoni dijalan dimaksud terbilang kontra produktif dengan program penghijauan yang tengah digalakan pemerintah pusat.

Mbah Barmo (61), salah satu pemerhati budaya di daerah tersebut menyayankan pemangkasan atau penggundulan pepohonan yang ada dijalan  dimaksud. Dirinya khawatir penggundulan pepohonan tersebut akan membuat pohon – pohon tua itu mati. Padahal, kata Mbah Darmo, pepohonan mahoni tua di tepi jalan itu merupakan ciri khas utama Kota Kotabumi sebagai salah satu kota tua di Lampung.

“Layak kita sayangkan pemangkasan pohon – pohon itu. Pepohonan d ijalan itu adalah ciri khas kota Kotabumi sebagai salah satu kota tua di Lampung,” tandasnya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page