Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara DPRD Lampung Utara Minta Manjemen Bank Lampung Perbaiki Pelayanan

DPRD Lampung Utara Minta Manjemen Bank Lampung Perbaiki Pelayanan

325
BERBAGI
seorang ibu terpaksa duduk karena lelah mengantre di depan ATM Bank Lampung
seorang ibu terpaksa duduk karena lelah mengantre di depan ATM Bank Lampung

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Ketua Komisi II DPRD Lampung Utara, Wansori meminta pihak Bank Lampung cabang Kotabumi segera meningkatkan sistem dan fasilitas pelayanan kepada para nasabah. Fasilitas yang ada saat ini dirasa sangat tidak sepadan dibandingkan dengan jumlah nasabah.

“Coba diperhatikan di tiap mesin ATM yang ada, antrean para nasabah ‎cukup panjang. Ini harus segera diatasi segera,” tegas Wansori di halaman kantor Bank Lampung Kotabumi, Jumat (24/5/2019).

Panjangnya antrean nasabah ini dikarenakan ‎jumlah mesin ATM Bank Lampung yang hanya ada tiga unit sangat tidak sebanding dengan jumlah nasabah. Sedianya pihak manajemen Bank Lampung melakukan penambahan unit mesin ATM sebagai langkah antisipasi dan memanjakan para nasabah.

Kondisi sama juga terjadi di kantor Bank Lampung Kotabumi.‎ Antrean panjang menjadi pemandangan biasa di sana. Keadaan seperti ini tentu sangat membuat tidak nyaman bagi para nasabah yang dalam keadaan mendesak.

“Gimana kalau nasabah itu dalam keadaan genting dan sangat membutuhkan biaya dalam waktu cepat, sedangkan kondisinya seperti ini,” paparnya.

Di samping menyoroti hal itu, Wansori juga meminta pihak manajemen Bank Lampung memberikan kebijakan khusus kepada para honorer yang gajinya ditransfer melalui Bank mereka.

Menurutnya, banyak honorer yang mengeluhkan uang gaji mereka yang memang tidak seberapa tidak dapat diambil secara keseluruhan alias harus tersisa Rp100.000 di dalam rekening.

“Duit Rp100.000 itu sangat berarti bagi mereka guna menyambung hidup keluarga mereka.‎ Mohon kiranya manajemen Bank Lampung memberikan kebijakan khusus bagi mereka,” pinta dia.

Di sisi lain, Go, salah seorang honorer di Pemkab Lampung Utara mengatakan, sejatinya mereka merasa sangat terbantu dengan sistem gaji melalui transfer. Namun, hendaknya mesin – mesin ATM itu ditambah dan gaji mereka dapat ditarik seluruhnya.

“Rp100.000 itu berharga bagi kami, pak. Bisa buat makan dan minum anak – istri kami,” akuinya.

Sayangnya, saat akan dikonfirmasi terkait persoalan ini pada ‎pukul 09.30 WIB, pihak manajemen Bank Lampung tidak ada yang berhasil dihubungi. Baik pimpinan maupun bagian Humasnya tidak berada di tempat.

“Pak kepala sedang tidak ada. Bagian humasnya sedang berada di luar,” kata salah seorang pegawai Bank Lampung.

Loading...