Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara DPRD Lampung Utara Tidak Tahu Anggaran Covid-19 Naik Drastis

DPRD Lampung Utara Tidak Tahu Anggaran Covid-19 Naik Drastis

622
BERBAGI
Ilustrasi Uang

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–DPRD Lampung Utara mengaku terkejut dengan serapan dan membengkaknya dana penanganan Covid-19 yang kini telah menyentuh angka Rp57,5 Miliar. Imbasnya, mereka berencana memanggil pihak eksekutif untuk meminta penjelasan seputar hal tersebut.

“Jelas kami heran ‎dengan kenaikannya karena sebelumnya hanya Rp35 Miliar pada akhir Juni lalu,” kata Ketua Komisi II DPRD Lampung Utara, Mulyadi melalui ponselnya, Senin (20/7/2020).

Yang lebih membuat mereka tercengang ialah mendengar besaran anggaran dana COVID-19 yang telah terserap. Besarannya mencapai Rp13,1 Miliar. Padahal akhir Juni lalu, anggaran yang baru diserap hanya sebesar Rp2,4 Miliar di luar serapan di Dinas Kesehatan.

“Selama ini, di luar Dinas Kesehatan, kami tahunya hanya sebesar Rp2,4 Miliar saja yang sudah terserap. Tapi, tiba – tiba kok sudah naik jadi Rp13,1 Miliar,” terangnya.

Menyikapi besaran kenaikan dan serapan dana Covid-19, Komisi II DPRD Lampung Utara‎ akan segera memanggil pihak eksekutif dalam waktu dekat. Tujuannya, mengetahui dari mana saja sumber kenaikan dana itu dan ke mana saja serapan anggaran itu mengalir.

“Kami akan panggil pihak eksekutif supaya diberikan penjelasan sumber dana berikut detil serapan anggaran itu,” tegas dia.‎

Dalam jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi dalam Sidang Paripurna tentang Raperda Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2019 pada Jumat (17/7/2020), Plt. Bupati Lampung Utara, Budi Utomo menjelaskan, besaran anggaran penanganan Covid-19 mencapai Rp57,5 M.

‎Anggaran itu berasal dari Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp. 35, 1 miliar dan Belanja Langsung Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perumahan dan Permukiman serta kecamatan sebesar Rp. 22,4 miliar.

Adapun realisasi anggaran Covid-19 telah mencapai sebesar Rp13,1 miliar. Anggaran itu terdiri dari Rp5,2 miliar yang bersumber dari Belanja Tak Terduga dan sebesar Rp7,8 M dari belanja langsung OPD.

Loading...